Cerita Perempuan di Lampung, Patah Hati Lalu Nyabu Berujung Divonis 14 Bulan Penjara

0
2
Sidang seorang perempuan yang nekat nyabu karena patah hati di Bandarlampung (Antara)
Dijual Rumah

Bandarlampung, buktipers.com – Seorang perempuan di Bandarlampung nekat mengisap sabu. Perempuan muda bernama Viran Aprilia itu mengaku terpaksa nyabu lantataran patah hati usai ditinggal kekasihnya. Hal ini diketahui dari persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Kelas IA Bandarlampung.

“Saya patah hati yang mulia, saya gunakan sabu,” kata terdakwa kepada Ketua Majelis Hakim Yusnawati dalam sidang di PN Kelas IA Tanjungkarang Bandarlampung beberapa waktu yang lalu.

Perbuatan ini berawal pada Selasa (24/5/2022) sekitar pukul 17.40 WIB. Saat itu, terdakwa menghubungi yang diduga pengedar berinisial CAK (DPO). Ini dilakukan agar terdakwa Viran bisa membeli sabu.

Tak lama, CAK mengantarkan sabu tersebut kepada terdakwa di sebuah kosan di Jalan Soekarno Hatta Gang BW, Kelurahan Srengsem, Kecamatan Panjang, Bandarlampung. Kemudian pada pukul 19.30 WIB ketika terdakwa sedang di kosan, dia didatangi oleh beberapa orang laki-laki yang ternyata adalah anggota Polresta Bandarlampung.

Kasus narkoba yang menjerat Viran kemudian berlanjut ke pengadilan. Saat persidangan, dia bahkan diberi nasihat oleh Ketua Majelis Hakim Yusnawati. “Kamu cantik, kan masih banyak pria di sana,” kata Yusnawati saat persidangan.

“Dari pada kami beli sabu Rp300.000, mending buat beli bakso dan es,” lanjutnya. Sementara itu, dalam sidang putusan yang digelar Rabu (21/9/2022), majelis hakim menjatuhkan hukuman kurungan penjara selama satu tahun dan dua bulan atau 14 bulan terhadap Viran Aprilia.

“Terbukti bersalah dan menjatuhkan hukuman kurungan penjara kepada terdakwa selama satu tahun dan dua bulan,” kata Ketua Majelis Hakim Yusnawati, Rabu (21/9/2022).

Pada putusan tersebut, hal yang meringankan perbuatan terdakwa meresahkan masyarakat dan tidak mendukung program pemerintah dalam memberantas narkotika.

Sedangkan hal yang meringankan terdakwa bersikap sopan dan tidak pernah dihukum. Pada sidang tuntutan sebelumnya, Jaksa penuntut umum (JPU) Erni Pujiati menuntut terdakwa dengan kurungan penjara selama satu tahun dan delapan bulan.

 

Sumber : iNews.id