Covid-19 di Sergai Tembus 118 Kasus, Rp15 M Anggaran Pencegahan Mulai Disoal

0
33
Posko penanganan Covid -19 Kabupaten Sergai.

Sergai, buktipers.com – Anggaran penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) yang mencapai Rp.15 Milyar lebih, mulai disoal.

Pasalnya, anggaran yang direfocusing Pemkab Sergai itu, diduga hanya untuk kepentingan masing-masing dinas.

Sementara, korban Covid-19 di Sergai melonjak tajam, tembus di angka 118 kasus dan kini Sergai berada di zona orange.

Data yang dihimpun wartawan, melalui laporan kinerja kesehatan untuk pencegahan dan penanganan Covid-19 tahun 2020, merefocusing anggaran penanganan Covid-19 sebesar Rp.17, 710 M.

Dengan rincian, belanja Alat Pelindung Diri (APD) Rp.210 juta, belanja bahan kimia Rp.117 juta lebih, belanja peralatan Rp.112 juta lebih. Pencegahan Covid-19 mencapai Rp.15,170 M lebih dan sudah terealisasi Rp.11,524,956 Milyar.

Peningkatan Kesehatan masyarakat Rp.609 juta dan survailen dan intervensi faktor resiko kesehatan lingkungan, mencapai Rp.1,430 Milyar. Dengan total Rp.17,71 M lebih.

Dalam besaran anggaran itu, beberapa organisasi mulai menyoroti anggaran pencegahan Covid-19 yang mencapai Rp.15 M lebih dan sudah terealisasi sebesar Rp 11,5 M lebih. Artinya, masih ada sekitar Rp.3,5 Milyar yang belum digunakan.

Dalam hal ini, Ketua Satuan Pelajar dan Mahasiswa Pemuda Pancasila (Sapma PP) Kabupaten Sergai, Bagus Fasla Zul, bersama Ketua  Gerakan Muda Masyarakat Kekeluargaan Gotong Royong (GEMA MKGR), Zul Khairi Syahputra, Ketua Sayap Muda Sergai (SMS), Yudi Ardiansyah dan Ketua Forum Komunikasi Mahasiswa (FORKAM) Sergai, Dimas Ikhwanus Shafa serta ketua Kolaborasi Anak Muda dan Mahasiswa (KAMMI) Sergai, Dedy Saputra, S.Kom, menyoal besaran anggaran pencegahan tersebut yang tidak sebanding dengan jumlah kasus positif yang tembus di angka 118 dan tiga diantaranya meninggal.

Kepada wartawan, Rabu  (19/8/2020) lalu, Bagus Fasla Zul, Zul Khairi Syahputra, Yudi Ardiansyah Dimas Ikhwanus Shafa dan Dedy Saputra, S.Kom, meminta KPK untuk mengusut anggaran penanganan Covid-19 tersebut yang diduga menjadi kepentingan masing-masing dinas, mengingat anggaran Rp15 M lebih itu, ternyata tidak mampu untuk menekan angka korban Covid-19, malah sebaliknya membuat Sergai, berada di zona orange.

Begitu juga dengan sisa Rp.3,5 M lebih yang belum digunakan, terindikasi sengaja mengendap dan akan alokasikan sebagai bantuan tunai untuk masyarakat dan mencium aroma politik dari sisa anggaran Rp.3,5 M tersebut yang siap untuk disalurkan oleh Dinsos Kabupat Sergai.

“Kita mencium aroma korupsi dan aroma politik dari anggaran penanganan Covid-19 sebesar Rp15 M lebih dan sudah terealisasi sebesar Rp11, 5 M dan sisa Rp3,5 M, masih belum digunakan. Kita menduga ada aroma politik di balik sisa anggaran itu. Kita meminta KPK atau pihak terkait untuk mengusut anggaran itu, dan kita meminta sisa anggaran itu, dikembalikan ke kas daerah dan digunakan untuk korban Covid-19 yang mencapai 118 kasus,”paparnya.

Ke lima organisasi pemuda ini, juga menilai kinerja ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sergai, gagal dalam menjalankan tugasnya untuk menekan angka korban Covid-19.

“Ketua Gugus Tugas Covid-19 Sergai dinilai gagal dan tidak becus mengurus pencegahan penanganan Covid-19 di Sergai. Dimana kasus positif di Sergai terus bertambah dan tidak sesuai dengan besaran anggaran yang digunakan, ” tegas para ketua organisasi pemuda ini.

Sebelumnya Kepada Badan Pengelola Keuangan Daerah dan Aset (BPKA) Kabupaten Sergai, Rusmiani Purba kepada wartawan mengatakan, anggaran refocusing sebesar Rp.17 M, lebih digunakan setiap dinas yang mendapatkannya. BPKA hanya menyalurkan sesuai dengan yang di ajukan setiap dinas.

Terpisah, Kadis Sosial Kabupaten Sergai, Ifdal kepada wartawan mengatakan, pihaknya belum melakukan kegiatan baksos dari anggaran refocusing tersebut karena surat edaran Kemendagri hanya wilayah PSBB yang boleh menerima bansos dari APBD. Dan ia mengaku sudah dua kali menyurati, namun belum ada balasan.

“Kita memang sudah mendata ada 18.000 KK yang akan menerima bansos dari refocusing itu, namun belum bisa dibagikan karena terbentur dengan surat edaran dari Kemendagri, “paparnya.

 

(ML.hrp)