Curiga Suara Pileg ‘Dimainkan’, Anggota DPR RI Ini akan Surati Bawaslu

0
1180
Anton Sihombing.(foto/BP)
Dijual Rumah

Buktipers.com – Pematangsiantar

Perolehan suara calon legislatif (Caleg) DPR-RI dari daerah pemilihan (Dapil) Sumut 3 sepertinya ada yang ‘memainkan’. Hal ini ditandai dari pernyataan anggota DPR RI, Anton Sihombing yang akan menyikapinya melalui lembaga pengawasan.

Hal itu diungkapkan Anton Sihombing dalam jumpa persnya dengan sejumlah wartawan di Kota Pematangsiantar, Sabtu (27/4/2019) sekitar pukul 14.00 Wib.

‘Memainkan’ perolehan suara yang dimaksudkan, papar Anton, ada semacam kelicikan politik untuk menggeser suara Caleg yang perolehan suaranya banyak untuk dialihkan kepada Caleg lain.

Anton yang juga Caleg DPR RI untuk Sumut 3 dari Partai Golkar itu lebih jauh membeberkan, dugaan permainan itu terjadi justru di internal Caleg satu partai.

Indikasi modusnya, imbuh Anton bermain melalui Form C1. Bahkan C1 ini kata dia bagaikan barang ‘sexi’ bagi kalangan makelar suara, sehingga C1 hasilnya bisa tidak sama dengan yang di plano.

Dia mencontohkan, di lembar plano suara yang diperolehnya sebagai Caleg DPR RI dari Partai Golkar ada, tapi setelah dipindahkan ke Form C1 suaranya jadi tidak ada, dan beralih jadi suara partai. Ada juga ditemukan C1 yang dicoret-coret.

Dicontohkannya lagi, di Tanjungbalai suaranya sedikit, di Asahan lebih aneh lagi, misalnya suara si A 6000 dan suaranya 8000, bisa berubah si A jadi puluhan ribu dan perolehan suaranya menjadi sekian ribu.

Rakyat itu katanya sangat tahu siapa-siapa yang memainkan perolehan suara ini.

“Ini yang perlu saya cermati, kalau bisa janganlah ada yang demikian dalam membangun demokrasi ini hanya karena untuk mengejar posisi di DPR RI,” ujarnya.

Anton juga mengatakan telah menemui Bawaslu di beberapa daerah Kabupaten/Kota untuk membicarakan hal permainan suara ini.

“Saya mulai hari ini akan menyurati Bawaslu. Saya menyuratinya sebagai anggota DPR RI, bukan sebagai Caleg,” papar anggota Komisi 5 DPR RI itu.

Dia sangat yakin, apa yang ditemukan bersama timnya di lapangan itu merupakan hal yang tidak dibenarkan secara peraturan dan perundang- undangan.

Karena saat pembuatan UU Pemilu, dia masih anggota Komisi 2 dan ikut menggodok peraturan dan perundang-undangan itu.

“Karena dulu waktu membuat Undang-undang ini, saya masih di Komisi 2, kemudian dipindah ke Komisi 5. Jadi sedikit banyaknya saya tahu aturannya,” ujar Anton.

Menanggapi perolehan suaranya di Sumut 3? Anton tanpa ragu mengatakan bahwa sangat optimis untuk menuju kursi Senayan.

“Kalau ada yang nanya suara saya, suara saya masih yang tertinggi. Saya yakin akan lolos ke Senayan,” katanya.(red)

 

Editor: Maris