Dagang Minyak Goreng Fiktif, IRT Asal Medan Tipu Teman hingga Rp 74 Juta

0
1
Saksi korban Rahmatika saat memberikan kesaksian terkait penipuan yang dialaminya di Pengadilan Negeri Medan, Rabu (18/5/2022). TRIBUN MEDAN/GITA
Dijual Rumah

Medan, buktipers.com – Seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) Hayuswani Pane alias Heni Pane, diadili di Pengadilan Negeri Medan karena didakwa melakukan penipuan penjualan minyak goreng.

Warga Jalan Badak Medan Amplas itu, didakwa menipu rekannya Rahmatika hingga merugi Rp 74.950.000.

Dalam sidang, Rabu (18/5/2022) Rahmatika mengaku bahwa terdakwa menawarkan minyak goreng kepada dengan sistem Pesan Order (PO).

“Mesannya sistem PO pak hakim tanggal 22 Desember 2021 lalu. Tapi sampai sekarang enggak ada barangnya,” ujarnya menjawab pertanyaan Majelis Hakim.

Ia mengaku mengalami kerugian hingga puluhan juta, karena perkara pembelian minyak goreng fiktif tersebut.

“Saya percaya karena dia dagang minyak pak,” ucapnya.

Sementara itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ramboo Loly Sinurat dalam dakwaannya menuturkan bahwa perkara ini berawal pada Selasa 21 Desember 2021 lalu, saat Terdakwa Hayuswani Pane alias Heni Pane bertemu dengan saksi Rahmatika di rumah Terdakwa di Jalan Bajak Medan Amplas.

Saat itu, Terdakwa Pane menawarkan minyak goreng kepada saksi Rahmatika dengan sistem Pesan Order (PO).

Rahmatika lantas bersedia membeli minyak goreng Heni hingga pada Rabu 22 Desember 2021, sekira pukul 09.00 WIB, Rahmatika bersama Ahmad datang ke rumah Terdakwa di Jalan Bajak Medan Amplas, untuk memesan minyak goreng merk Bimoli sebanyak 100 Kotak.

Kemudian, atas pesanan tersebut selanjutnya Rahmatika memberikan uang sebesar Rp 21.200.000 kepada Terdakwa Heni, namun sampai tanggal 7 Januari 2022, Terdakwa tidak ada memberikan minyak goreng kepada Rahmatika.

“Jumat 07 Januari 2022 Terdakwa bertemu dengan Rahmatika dan mengatakan bahwa ada minyak goreng yang ready dan menjanjikan bahwa minyak goreng akan diberikannya sekaligus, lalu saksi Rahmatika kembali memesan 250 kotak kepada Terdakwa,” ucapnya.

Kemudian, Rahmatika mengirimkan uang sebesar Rp 53.750.000 dengan cara mentransfer ke rekening saksi Syahrippudin (suami Terdakwa Heni).

Namun, sampai dengan Sabtu 15 Januari 2022, Terdakwa Heni tidak memberikan minyak goreng kepada Rahmatika.

Lalu, pada Sabtu 15 Januari 2022 sekira pukul 16.00 WIB Rahmatika pergi menjumpai Terdakwa ke rumahnya untuk menanyakan minyak goreng yang telah dipesannya.

Namun setibanya di lokasi, Heni tidak ada di tempat. Rahmatika lantas mencari tau keberadaan Terdakwa hingga Minggu 16 Januari 2022, Rahmatika mendapatkan informasi bahwa Terdakwa Heni berada di rumah suaminya di Pantai Cermin Kabupaten Serdang Bedagai.

“Kemudian setelah bertemu dengan Terdakwa Rahmatika menanyakan uang miliknya dan minyak goreng yang telah dipesannya. Namun Terdakwa mengatakan bahwa uangnya telah habis dipakai dan minyak goreng yang dipesannya sudah tidak ada,” ucap jaksa.

Setelah mendengar perkataan tersebut, selanjutnya Rahmatika melaporkan kejadian yang dialaminya ke Polsek Patumbak.

Akibat perbuatan Terdakwa, mengakibatkan Rahmatika mengalami kerugian sebesar Rp 74.950.000.

“Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 372 KUHP,” pungkas jaksa.

 

Sumber : tribunnews.com