Dana Amanah Pemberdayaan Masyarakat di Banjar Agung Diduga Bermasalah dan Dikorupsi

0
174
Ani Fatimah dan kantor Unit Pengelola Keuangan (UPK) Kecamatan Banjar Agung.
Dijual Rumah

Tulang Bawang, buktipers.com – Dana Amanah Pemberdayaan Masyarakat (DAPM) yang merupakan program pemerintah yang pertama kali disebut sebagai Program Penanggulangan Kemiskinan (PKK), kemudian berubah nama menjadi Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM)  dan sekarang menjadi DAPM.

Lemahnya tata kelola dan manajemen DAPM Unit Pengelola Keuangan (UPK) di Kecamatan Banjar Agung, Kabupaten Tulang Bawang, menyebabkan sembrawutnya semua sistem.

Ibu Ani Fatimah, selaku manajer ketua pengelola yang dikonfirmasi wartawan, pada hari Jum’at  (14/2/2020), lalu, tidak bisa menjawab pertanyaan wartawan.

Ani memberikan data-data para kelompok kepada awak media yang diduga, data tersebut adalah data asal-asalan (fiktif).

Dalam arti, data tersebut tidak sesuai dengan fakta yang ditemukan wartawan, di lapangan.

Setelah dikroscek, banyak dijumpai kesamaan nama, baik nama ketua kelompoknya, maupun nama anggotanya, padahal sudah jelas dalam juknisnya, bahwa ketua dalam salah satu kelompok tidak boleh mengetuai kelompok lain.

Lebih parahnya lagi, dalam satu desa ada dua kelompok dengan anggota yang sama.

Hasil notulensi  yang diberikan Ani kepada awak media pun terkait jumlah aset dana bergulir per 31 Desember 2019 yang produktif, tidak sesuai dengan data lampirannya.

Dalam hal ini, diduga kuat pengelolaan DAPM ini bermasalah dan berbau korupsi, sehingga dapat merugikan negara.

Sampai berita ini diterbitkan, Ani belum bisa memberikan atau menunjukkan data ril tentang aset dana yang ada di kelompok, baik yang aktif maupun yang tidak aktif.

(Tim)