Beranda Lintas Provinsi Dana BOS SDN 1 Singkohar Dipertanyakan, Berbeda Kata Mantan Kepsek dengan Dewan...

Dana BOS SDN 1 Singkohar Dipertanyakan, Berbeda Kata Mantan Kepsek dengan Dewan Guru

141
0
Ketika konfirmasi soal Dana BOS SDN 1 Singkohar.(foto/ist)
Loading...

Buktipers.com – Aceh Singkil (Aceh)

Penggunaan dana BOS di SDN 1 Singkohar untuk pembelian buku menimbulkan tanda tanya bagi beberapa kalangan. Hal ini semakin mengemuka setelah adanya pemberitaan di satu media massa yang mengangkat soal pembelian buku di sekolah itu.

Perihal pembelian buku ini ditanggapi mantan Kepala Sekolah SDN 1 Singkohar, Nuruddin. Kepala Sekolah yang baru dimutasi itu tidak terima atas informasi mengenai pembelian buku yang mengekpos keterangan dewan guru yang mengatakan tidak ada pembelian buku pada anggaran 2017, 20 persen dengan alasan membayar hutang lama.

Menurut Nuruddin yang dikonfirmasi, Selasa (11/12/2018), informasi itu hanya keterangan sepihak yang diucapkan oknum Dewan Guru kepada Kepsek Muhtadin yang menggantikannya.

Baca Juga!  Seorang Pelajar Tewas Usai Ditinju Bapak Lawannya

“Pada hal itu sudah jelas, saya belikan dan itu ada bukti fisik kwitansi pembayaran, dan bukunya juga ada,” katanya.

“Dalam hal ini saya siap menjelaskan, 20 persen anggaran dana BOS disisihkan untuk pembelian buku sekolah. Saya siap menjelaskannya di hadapan Dewan Guru dan Kepala Sekolah yang baru, dengan catatan difasilitasi oleh Dinas Pendidikan Aceh Singkil, atau dari pihak UPTD di Singkohor agar klier permasalahan ini,” jelas Noruddin.

Sementara dari pihak Dewan Guru SDN 1 Singkohor menjelaskan, pembelian buku tahun 2017, 20 persen disisihkan dari dana BOS, hanya 15 buah buku dan sebagian bilang, entah 5 dan sebagian tidak paham.

Tapi kalau dicatatan, buku cukup banyak artinya tidak sama dengan bukti fisik buku yang ada,jelas dewan guru SDN 1 Singkohor.

Baca Juga!  SMKN 1 Dolok Merawan Langgar Juknis, Bendahara BOS Mengaku 'Salah'

Lanjut dewan guru, bila dijelaskan tentang persoalan pembelian buku mereka siap, didudukkan, apa lagi ada orang Dinas Pendidikan atau UPTD serta teman media dan LSM menyaksikan penjelasan mantan Kepala SDN 1 Songkohor.

Penjelasan kontroversi antara mantan Kepala Sekolah dan pihak Dewan Guru ini didengar langsung oleh pihak LSM Lidik, Rayali Lingga dan LSM Tipikor Nusantara, Rijal Manik yang bekerja di Aceh Singkil.

Bahkan kedua aktivis LSM itu bertekad akan melakukan investigasi lanjutan dengan dasar keterangan kepala sekolah yg baru menjabat.

“Di lain sisi, untuk menguatkan problem tersebut diambil atas keterangan guru pendidik ketika kepala sekolah yg lama masih menjabat,” kata Rijal diamini Rayali sembari menambahkan, dengan investigas yang lebih akurat nantinya akan diketahui apakah ada penyimpangan penggunaan dana BOS atau tidak.(tim.)

Baca Juga!  Dana BOS SDN 150/V Desa Kemang Manis Disinyalir Tidak Transparan

 

Editor : Maris

Loading...