Dana BUMDes 2018 Pekon Waynarta Diduga Fiktif

0
527
Hermansyah, Pj Peratin Waynarta. (Foto/Andi)
Dijual Rumah

Pesisir Barat, buktipers.com – Dana Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Pekon Waynarta, Kecamatan Pesisir Utara, Kabupaten Pesisir Barat, Lampung, diduga kuat tidak direalisasikan mantan Pejabat (Pj) Peratin Pekon setempat alias fiktif.

Betapa tidak, hasil penelusuran buktipers.com, di lapangan, bahwa dana BUMDes sebesar Rp50 juta yang bersumber dari ADD tahun 2018 tersebut, disinyalir sengaja tidak direalisasikan Hermansyah, selaku mantan Pj Peratin kepada masyarakat untuk kepentingan pribadi.

“Mantan Pj mengakui, bahwa dana BUMDes itu ada masih terpakai, dan dia (Pj) di hadapan seluruh masyarakat, peratin dan LHP sudah berjanji di atas materai akan megembalikan dana BUMDes kepada masyarakat,”ungkap salah satu warga yang meminta  namanya tidak disebutkan, Rabu (31/7/2019).

Dikonfirmasi melalui sambungan teleponnya, Hermansyah tidak menampik dan mengakui, bahwa benar dana BUMDes Pekon Waynarta, pernah ia pakai. Akan tetapi, dirinya berkilah, bahwa dana tersebut sudah ia kembalikan kepada masyarakat setempat.

“Ya benar, tapi dana itu sudah saya kembalikan kepada masyarakat melalui ketua BUMDes dan Peratin Pekon Waynarta, Rp30 juta dengan ketua BUMDEs dan 16 jutanya saya berikan lansung dengan peratin dan sisanya akan saya cicil,”kilah Herman, yang merupakan pegawai PNS, di kantor Kecamatan Pesisir Utara.

Menanggapi itu, Basri, Peratin Pekon Waynarta, membantah apa yang disampaikan Hermansyah tersebut.

Dan menurut Basri, dana sebesar Rp16 juta itu untuk pengembalian silpa sesuai dengan hasil kesepakatan musyawarah, di kantor Kecamatan Pesisir Utara dan bukan dari dana BUMDes.

“Bohong itu, itu bukan dana dari BUMDes, 16 juta itu untuk silpa, sesuai dengan hasil musyawarah kami di kecamatan yang disaksikan lansung oleh pak Camat. Karena pekerjaan fisik ADD 2018, ada yang tidak selesai, sehingga waktu itu disimpulkan, bahwa Hermansyah  akan membantu silpa sebesar Rp21 juta. Jadi mengenai dana BUMDes, saya tidak tau menau,”tegasnya.

(Andi)