Dana BUMDes Diduga Fiktif, Inspektorat Pesisir Barat Janji Turun ke Pekon Balam

0
851
Inspektur Inspektorat Pesisir Barat, Edi Mukhtar SP. (Foto/Andi)
Dijual Rumah

Pesisir Barat, buktipers.com – Dugaan penyimpangan dana Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Pekon Balam, Kecamatan Pesisir Utara, Kabupaten Pesisir Barat, Lampung, yang bersumber dari Dana Desa (DD) tahun 2018, oleh peratin pekon setempat, ditanggapi serius  pihak Inspektorat Pesisir Barat.

Inspektur Inspektorat Kabupaten Pesisir Barat, Edi Mukhtar SP , saat ditemui wartawan, di ruang kerjanya, mengatakan, dalam pekan ini juga, pihaknya akan segera turun kelapangan, guna melakukan pengecekan penggunaan Dana Desa, di pekon tersebut.

“Dalam pekan ini juga kita akan segera turun ke lapangan, dan jika nanti ditemukan adanya dugaan penyimpangan dana BUMDes, tentu akan kita proses sesuai aturan yang ada,” tegas Edi Mukhtar, Senin (16/12/2019).

Diberitakan sebelumnya, masyarakat Pekon Balam, Kecamatan Pesisir Utara, Kabupaten Pesisir Barat,  keluhkan lemahnya pengawasan Dana Desa, oleh beberapa instansi terkait.

Pasalnya, dana anggaran untuk BUMDes, yang bersumber dari DD Pekon Balam tahun 2018 ini, selain diduga fiktif, juga diduga jadi ajang korupsi oleh oknum Peratin.

Keluhan tersebut, dikatakan beberapa warga yang menuturkan, bahwa warga pekon setempat sampai saat ini tidak mengetahui pasti, apa jenis usaha dari BUMDes tersebut.

“Tahun 2018, ada anggaran untuk BUMDes sebesar Rp50 juta, tapi masyarakat disini tidak tahu, apa jenis usaha BUMDes itu. Kabarnya dibelikan perahu, tapi perahu yang dikatakan peratin dari BUMDes, itu perahu milik peribadi adiknya,”ungkap salah seorang sumber yang meminta agar namanya dirahasiakan, Minggu (8/12/2019), lalu.

Ditambahkannya, selain banyak  masyarakat setempat yang tidak mengetahui  modal BUMDes itu dipakai untuk apa, dan apa  jenis usaha  BUMDes-nya. Masyarakat juga menduga, realisasi BUMDes tersebut tidak sesuai dengan rencana awal.

Masyarakat pun berharap,. agar pihak terkait secepatnya mengusut BUMDes Pekon Balam.

Hal senada juga disampaikan Rizoni yang mengaku sebagai oprator desa, pekon setempat, yang menuturkan, bahwa realisasi dana BUMDes 2018 tidak jelas.

“Menurut peratin, realisasi BUMDes itu dibelikan perahu, tapi perahu yang dikatakan oleh peratin milik BUMDes, itu sebenarnya perahu milik peribadi adiknya, dan mengenai berapa jumlah unitnya, saya tidak tahu,” tutur Rizoni, yang diamini Alex, selaku Ketua Lembaga Himpunan Pemekonan (LHP) Pekon Balam.

Dikonfirmasi, Irwansyah, Peratin Pekon Balam, membantah tudingan dari warganya.

Ia berdalih, bahwa posisi ketua BUMDes yang dijabat oleh Bambang, selaku adiknya sendiri itu hanya kebetulan.

“Jadi begini, itu tidak benar, itukan memang kebetulan yang jadi pengurus BUMDes itu dia orang, dan mereka yang meminta agar dibelikan perahu. Karena ketika itu, pas lagi musim Benur (Benih Udang Lobster), ya sebenarnya mungkin memang banyak masyarakat yang iri saja,”cetusnya, melalui sambungan telpon.

(Andi)