Dandim 0207/Simalungun: Toleransi Harus Dimaknai sebagai Tindakan Aktif, Bukan Sikap Pasif

0
437
Dandim 0207/Simalungun, Letkol Inf.Robinson Tallupadang SIP.[foto/net.medanterkini.com)
Dijual Rumah

Buktipers.com – Pematangsiantar (Sumut)

Dandim 0207/Simalungun, Letkol Inf Robinson Tallupadang SIP  mengatakan, untuk mencegah perselisihan antar sesama manusia, maka kita semua harus bersikap toleran dalam hidup berdampingan.

Penegasan itu disampaikan Dandim dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Mayor J.Tambunan pada peringatan Hari Toleransi Internasional di lapangan Haji Adam Malik, Kota Pematangsiantar, Rabu (21/11/2018).

Di dunia ini, kata Dandim, banyak perbedaan satu manusia dengan manusia lainnya, seperti agama, Ras, suku bangsa dan budaya. Dan perbedaan itu akan sangat baik apabila sikap toleransi antara sesama semakin tumbuh dan berkembang dengan baik.

“Sikap toleransi bukan berarti kita toleran terhadap sesuatu yang secara membabibuta, tanpa memiliki pendirian. Tapi harus dibarengi dengan prinsip yang adil dan membela kebenaran. Kita harus tetap tegas dan adil jika dihadapkan pada suatu masalah yang menyangkut diri sendiri, keluarga ataupun orang lain,” tegasnya.

Tolerasi imbuh Dandim, adalah penghormatan, penerimaan dan penghargaan atas keanekaragaman budaya, ekspresi dan cara pandang setiap insan manusia.

“Bukan hanya sikap moral, tapi juga harus menjadi sikap politik dan hukum. Seperti penciptaan dunia damai tanpa perang, dan perlindungan hak-hak kelompok minoritas,” paparnya.

Dan toleransi tandas Dandim lagi, bukanlah jasa baik atau belas kasih kepada kelompok minoritas yang berbeda, akan tetapi toleransi itu merupakan kewajiban setiap individu, kelompok dan negara untuk melindungi dan menjaminnya.

Dalam konteks Hari Toleransi Internasional ini, katanya, adalah saat yang tepat untuk mengingatkan kembali, bahwa warga negara Indonesia mempunyai hak-hak kewarganegaraan yang harus dilindungi oleh Negara, sebagaimana termaktub dalam konstitusi kita maupun dalam instumen HAM Internasional.

Tanpa penindasan, paksaan, diskriminasi dan ketidakadilan. Sehingga perdamaian hanya akan bermakna jika keadilan terwujud.

“Seperti kata Gus Dur, Perdamaian tanpa keadilan adalah ilusi,” kata Letkol Inf.Robinson Tallupadang mengutip satu kata bijak Presiden RI ke 4, KH.Abdurrahman Wahid (almarhum).

Dan Garuda Indonesia imbuhnya, bukan lahir dari ruang kosong, sejak dulu bangsa Indonesia telah hidup berdampingan dan perbedaan suku, agama dan budaya, sebagai bukti bahwa bangsa kita adalah bangsa yang cinta damai.

Karenanya, toleransi tandas Dandim harus dimaknai sebagai tindakan aktif bukan sikap pasif. Satu sisi mengakui adanya keragaman, tapi diam ketika ada yang haknya dirampas dan tidak mau membangun kebersamaan dengan mereka yang berbeda. Dan sikap seperti ini bukan toleransi yang bersikap toleran.

Mayor J.Tambunan yang membacakan sambutan tertulis Dandim itu mengatakan, Dandim 0207/Simalungun tidak dapat hadir pada peringtan Hari Toleransi Internasional yang diselenggarakan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) karena sedang menjalankan tugas ke Jakarta.(red)

 

Editor : Maris