Danrem 121/Abw Pimpin Apel Gelar Satgas Relawan Desa Mandiri

0
198
Danrem 121/Abw, Brigjen TNI Bambang Trisnohadi memantau kesiapan perlengkapan.
Dijual Rumah

Ketapang, buktipers.com – Danrem 121/Abw, Brigjen TNI Bambang Trisnohadi, pimpin apel gelar satgas relawan desa mandiri menuju langit biru di bumi khatulistiwa Kabupaten Ketapang, di lapangan sepak bola Kraton Matan Tanjungpura, Jalan Sunan Gunung Jati, Kelurahan Mulyakerta, Kecamatan Benua Kayong, Kamis (12/3/2020).

Danrem 121/Abw mengatakan, kebakaran hutan  dan lahan (Karhutla) tidak hanya sekedar bencana yang menghanguskan pepohonan saja, namun juga telah merusak ekosistem alam dan lingkungan.

Selain itu, menimbulkan emisi karbon yang berlebihan di udara, sehingga berdampak negatif bagi sendi – sendi kehidupan manusia, katanya.

Untuk itu, kita harus mendukung program Gubernur Kalimantan Barat, yaitu pembangunan desa mandiri yang berlandaskan kepada Pergub Kalbar Nomor 1 Tahun 2019 tentang percepatan peningkatan status kemajuan dan kemandirian desa yang bersinergi dengan TNI-POLRI, ujarnya.

Melalui metode sinergi pentahelix yang melibatkan unsur pemerintah, komunitas masyarakat, akademisi, para pelaku bisnis dan media secara bersama-sama sesuai dengan bidangnya masing-masing dengan melakukan gerakan serbu dan keroyok (SEROK).

Penanggulangan Karhutla diharapkan mencapai hasil yang maksimal, yaitu menurunnya angka hotspot di wilayah Kalimantan Barat, sehingga langit tetap biru di bumi khatulistiwa, katanya.

Lanjutnya, program desa mandiri menuju langit biru di bumi khatulistiwa yang merupakan terobosan Pangdam XII/Tpr diharapkan menjadi salah satu motor penggerak dalam melakukan koordinasi lintas sektoral sesuai dengan instruksi Presiden RI Nomor 11 tahun 2015 tentang peningkatan pengendalian kebakaran hutan dan lahan yang mana telah mengistruksikan kepada 25 kementerian, instansi , dan lembaga negara untuk melakukan langkah – langkah peningkatan pengendalian kharhutla diseluruh wilayah RI yang meliputi kegiatan pencegahan, pemadaman dan penanganan pasca Kharhutla, melakukan kerjasama, saling berkordinasi, peningkatan peran serta masyarakat dan pemangku kepentingan, dan peningkatan penegakan hukum dengan memberikan sanksi yang tegas terhadap perorangan/korporasi yang terlibat kegiatan pembakaran hutan dan lahan, papar Danrem.

(my)