Deklarasi Persatuan Dan Kesatuan Masyarakat Kalbar

0
98
Loading...

BuktiPers.Com – Pontianak (Kalbar)

Untuk mengikuti deklarasi persatuan dan kesatuan masyarakat dalam rangka menjaga stabilitas kamtibmas di Kalimantan Barat ini dalam suasana sinergitas kebersamaan, penuh kedamaian dan kerukunan serta rasa keinginan yang tinggi dalam mewujudkan Provinsi Kalimantan Barat sebagai provinsi yang kondusif, unggul dan modern.

Demikian hal itu diungkapkan Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat, Inspektur Jenderal Polisi Drs Didi Haryono SH MH. Jenderal bintang dua itu menjelaskan, berlatar belakang perkembangan Kamtibmas yang terjadi beberapa hari terakhir ini serta adanya aksi-aksi kejahatan dan kekerasan terhadap kemanusian. Itu yang terjadi di beberapa wilayah Indonesia.

“Secara psikologis tentunya membawa dampak dikalbar, kita yang hadir disini pastinya menginginkan hal tersebut tidak terjadi diprovinsi yang kita cintai ini,” kata Inspektur Jenderal Polisi Drs Didi Haryono SH MH.

Inspektur Jenderal Polisi Drs Didi Haryono SH MH menyampaikan, bahwa kondisi stabilitas kamtibmas Kalimantan Barat secara umum kondusif. Hal ini berkat kerja keras kita bersama yang memiliki tanggung jawab untuk menjaga kondusifitas tersebut.

“Mulai dari tingkat RT/RW, Dusun, Desa/Kelurahan hingga tingkat kecamatan sampai tingkat daerah, yang memiliki peran aktif untuk terlibat dalam kegiatan-kegiatan kepolisian dan juga penerapan sistem pengamanan swakarsa,” ujar Inspektur Jenderal Polisi Drs Didi Haryono SH MH.

Diketahui Kalimantan Barat yang terdiri dari multi etnis sebagai keberagaman budaya. Hal itulah menjadi ciri khas kekayaan tersendiri di Provinsi ini. Dimana hal tersebut menjadi pengikat kebhinekaan kita untuk newujudkan rasa kekeluargaan, kebersamaan, gotong royong, serta bertoleransi dan bersolidaritas dalam membangun Kalbar yang semakin maju. Semangat kekeluargaan bisa dilihat dari masyarakat kalbar saat merayakan hari-hari besar keagamaan (Idul Fitri, Natal bersama, Cap Go Meh).

Baca Juga!  Kepala Inspektorat Madina : Walaupun Sudah Berdamai Kades Pelaku Asusila Harus Di Copot

“Di mana kita semua menjaga toleransi dan ikut memeriahkan perayaannya,” ucap Inspektur Jenderal Polisi Drs Didi Haryono SH MH.

Saat ini, kita sedang menghadapi agenda Nasional Pilkada, Asian Games dan akan menghadapi bulan suci Ramadan, dalam upaya cipta kondisi untuk menjaga stabilitas kamtibmas yang sudah kondusif.

“Polda kalbar telah melaksanakan program 100 hari kerja Kapolda Kalbar tahap I dan tahap II serta saat ini kita sedang melaksanakan Operasi Pekat dengan hasil memuaskan,” kata Inspektur Jenderal Polisi Drs Didi Haryono SH MH.

Pengungkapan kasus Zero Illegal (illegal mining, illegal logging, trasnational crimes, kejahatan konvensional dan narkoba) sebanyak 357 kasus dan 463 tersangka

Tahap II berjalan hingga bulan April 240 kasus, sebagaimana konsen Polda Kalbar di bidang law enforcement, sosial maintenance, public trust dan partnership.

“Operasi pekat Ramadan yang memasuki hari ke-empat, telah mengungkapan sebanyak 236 kasus dan 278 tersangka yang didominasi oleh kasus miras, judi, premanisme dan naroba, terjadi peningkatan pengungkapan yang signifikan sebanyak 198,73 % dari 79 kasus ditahun 2017 menjadi 236 kasus 2018,” ujar Inspektur Jenderal Polisi Drs Didi Haryono SH MH.

Baca Juga!  Dua Unit Ruko Di Jln Gotong Royong Parluasan Dilahap Si Jago Merah

Keberhasilan program kerja dan operasi kepolisian tersebut berkat dukungan TNI, pemerintah dan semua komponen masyarakat, yang secara serius ingin menjaga kondusifitas Kalimantan Barat yang selalu kondusif, damai dan bergerak maju seiring pembangunan Nasional.

Situasi yang aman bukan hanya karena ada yang menjaga dan mengawasi, namun juga terwujud karena adanya keterpaduan sebuah sistem dan manajemen beserta komponen pendukungnya.

Dalam menciptakan situasi kamtibmas harus dimulai dari lingkup terkecil melalui polda dan teknis sebagai berikut:

1. Digiatkan kembali pola pengamanan sispam swakarsa, siskamling mulai dari tingkat rt/rw desa dan kelurahan sampai kecamatan yang dimotori oleh 3 pilar bhabinkamtibmas, babinsa, dan kepala desa.

2. Manfaatkan tiga pilar tersebut sebagai problem solver yang memberikan solusi ditingkat bawah, (jangan biarkan permasalahan kecil menjadi besar dan berlarut).

3. Aktifkan kembali sistem informasi keamanan dari masyarakat dan polisi, baik konvensional dan juga menggunakan media elektronik, untuk membangun komunikasi aktif melalui sharing informasi dalam menjaga persatuan dan kesatuan sebagai upaya cegah tangkal setiap gangguan kamtibmas dan aksi-aksi kejahatan terhadap kemanusiaan yang akan terjadi.

Baca Juga!  Diduga Selewengkan Dana PUAP, LSM Akan Melapor Ke Polres Tuba

4. Giatkan kembali sistem wajib lapor bagi warga baru dilingkungannya, sikap perduli lingkungan ini harus dipahami dengan baik contohnya; bila ada hal-hal asing dan aneh segera laporkan kepada petugas keamanan terdekat.

“Umat manusia pada dasarnya tidak ingin diganggu dan terganggu. seperti makan dan minum, keamanan adalah kebutuhan yang hakiki bagi setiap orang. Mari bersama-sama kita jadikan provinsi kalbar sebagai miniatur indonesia dan percontohan bagi provinsi lain sebagai wilayah yang sarat dengan perbedaan namun dapat menjadi wilayah yang paling aman, paling damai, paling elegan, paling toleran, serta paling tertib dan paling bermartabat di Indonesia,” ujar Inspektur Jenderal Polisi Drs Didi Haryono SH MH.

Semoga kebersamaan kita dalam persatuan dan kesatuan masyarakat untuk menjaga stabilitas Kamtibmas di Kalimantan Barat selalu diberikan ridha oleh Alloh SWT. Dan senantiasa diberikan perlindungan, bimbingan kepada kita semua.‎

Sebagai informasi, kegiatan ini bertempat di Balai Kemitraan Mapolda Kalbar, Selasa (15/5/2018), dihadiri oleh:
– Pejabat gubernur kalbar, yang mewakili;
– Kasdam XII/Tanjungpura;
– Kajati kalbar;
– Ketua pengadilan tinggi kalbar;
– Kabinda kalbar;
– Danlantamal XII pontianak;
– Danlanud supadio
– Kepala SKPD prov kalbar;
– Tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda dan seluruh elemen masyarakat kalbar. (Rls/Red)

Loading...