Demo Warga Nelayan Posek Diduga Didanai Oknum Pengusaha Pukat Trowll

0
688
Demo warga nelayan Posek diduga didanai oknum pengusaha pukat Trowll
Dijual Rumah

Lingga, buktipers.com – Aksi unjuk rasa yang digelar  pada  Minggu (8/11/2020) lalu, oleh ratusan masyarakat nelayan Kecamatan Kepulauan Posek, diduga didanai oknum pengusaha pukat trowll.

Masyarakat menolak akan beroperasinya usaha tambang pasir timah laut yang dikelolah perusahaan tambang Supreme Alam Resources.

Dan sebelumnya, masyarakat juga sudah pernah demo, pada tahun 2018 lalu. Mereka mosi tidak percaya terhadap kinerja Kepala Desa (Kades) Posek, Masmin yang diduga mengelabui masyarakat, dan memberi dukungan kepada pihak PT. Suprema Alam Resources (SAR) untuk kepentingan pribadinya.

Informasi yang didapat wartawan dari sumber yang enggan namanya ditulis, saat di lokasi unjuk rasa, pada Minggu (8/11/2020), lalu, mengatakan, “Demo yang dilakukan ratusan warga nelayan dari empat desa Se-Kecamatan Kepulauan Posek kemarin, pengadaan konsumsi dan lainnya ditanggung  oknum pengusaha pukat trowll, warga Desa Posek juga,”ucapnya Minggu malam (8/11/2020).

Unjuk rasa dilakukan warga nelayan, di perairan laut tepatnya di depan Kampung Tengah Desa Posek dan menggunakan lebih dari seratus kapal/pompong milik nelayan, mulai ukuran kecil hingga besar.

Massa sepakat menolak aktivitas tambang pasir timah laut dengan alasan akan merusak setiap ekosistem laut dan akan mengurangi hasil tangkapan mereka (para nelayan trowll-red).

Adapun alasan penolakan lainnya (narasumber-red), pihak perusahaan tidak menyanggupi permintaan warga nelayan yang diajukan yaitu setiap per kepala keluarga medapat sebesar 50 juta rupiah dan uang bulanan beroperasi sebesar 5 juta rupiah.

Dan kabarnya, diam – diam, pihak perusahaan melakukan negoisasi kepada beberapa warga dengan memberi uang sagu hati sebesar 2,5 per kepala keluarga.

Informasinya, ada sebanyak 30 kepala keluarga yang sudah menerimanya.

Masyarakat sangat berharap agar Pemkab Lingga dapat bertindak tegas dan memberhentikan Kades karena dituding sudah membuat keputusan sepihak, tanpa persetujuan warga.

Hadir di lokasi aksi, Kapolsek Singkep Barat, IPTU Idris dan anggota yang saat itu memberikan himbauan agar masyarakat nelayan menjaga kondisi agar tetap kondusif saat menyampaikan aspirasi yang diwakili Korwil HI-MR Kabupaten Lingga, Zuhardi.

Dan hadir juga Danposal yang bertugas di wilayah Kepulauan Posek, dan Bhabinkamtibmas Desa Posek.

Hingga berita ini dirilis, Kepala Desa Posek, Masmin, dan pihak perusahaan tambang SAR, belum bisa dikonfirmasi.

 

(Zul)