Detik-detik Penyelamatan 2 Nelayan Tradisional Asal Bedagai yang Karam di Laut

0
281
Foto screenshot, terlihat Rahmat dalam posisi terbaring usai diselamatkan.
Dijual Rumah

Sergai, buktipers.com – Vidio berdurasi dua menit dua puluh detik ini, bukti penyelamatan (evakuasi) 2 orang nelayan tradisional asal Dusun 1 Desa Tebing Tinggi, Kecamatan Tanjung Beringin, Kabupaten Serdang Bedagai, Provinsi Sumatera Utara yang sempat direkam salah satu ABK Kapal Pukat Apung Karya Baru 8, warga Tanjungbalai yang tidak mau namanya ditulis cuma menyebut Hamba Allah.

Dalam vidio tersebut, tampak tekong dan beberapa awak kapal mencari keberadaan korban yang minta tolong, serta memberi penerangan.

Kemudian tekong menyalakan senter ke arah dua nelayan yang sedang berpegangan tutup piber dan juga piber itu, sembari mengatakan itu mereka, terdengar juga suara ABK “Lansam, lansam, dan Tali, tali” serta terdengar suara, “Wak tolong wak.

Tampak jelas, tekong dan seluruh ABK Kapal Pukat Apung berjibaku untuk menolong kedua nelayan yang karam tersebut.

Dan akhirnya, kedua nelayan tradisional asal Bedagai Kecamatan Tanjung Beringin dapat diselamatkan.

Setelah diselamatkan oleh beberapa ABK, Rahmat ucapkan “Allah hu Akbar, Alhamdulillah” dan ucapkan terimakasih kepada tekong juga kepada seluruh ABK Kapal Karya Baru 8, Rahmat dan Putra setelah dievakuasi langsung terbaring.

Sebelumnya, sampan yang ditumpangi Rahmat dan Putra dihantam ombak besar hingga karam, Selasa (9/11/2021) yang lalu.

Kejadian itu sangat mengerikan kata Rahmat (55), warga Dusun 1 Desa Tebing Tinggi ,Kecamatan Tanjung Beringin, Kabupaten Serdang Bedagai, bersama menantunya Putra (25), kepada media, Jumat (12/11/2021).

Adapun kronologis kejadian, sekitar pukul 18.30 WIB, Rahmat bersama menantunya sedang melabuh (menjaring) ikan, tepatnya di lokasi Sungai Baru (Tengah Jermal Gelap) dan jaringnya ada sebanyak dua labuh.

Pas saat melepas jaring satu labuh, mereka mendengar suara angin sangat kencang dan tiba-tiba ombak langsung menghempaskan sampan mereka hingga karam, kata Rahmat.

Hal itu membuat Rahmat dan menantunya merasa tidak ingat apa-apa disaat kejadian.

Namun begitu sadar, Rahmat di situasi gelap gulita salah satu tutup piber miliknya tampak olehnya dan serta merta merangkul tutup piber tersebut bersama Putra menantunya hingga berjam-jam terombang – ambing di laut bebas dan akhirnya diselamatkan oleh Kapal Pukat Apung Karya Baru 8 asal Tanjungbalai.

 

(ML.hrp)