Detik-detik Sebelum Bripka Kristian Sitorus Tembak Kepala Sendiri, Gunakan Senpi Milik Brigadir Asep

0
1186
Semasa hidup Bripka Kristian Poltak Sitorus.(tribunnews.com/net)
Dijual Rumah

Buktipers.com – Medan

Bripka Kristian Poltak Bosta Sitorus anggota Penyidik Polsek Batu Ampar, Polresta Barelang, Batam mengakhiri hidupnya dengan cara menembak kepalanya sendiri menggunakan senjata api, Rabu (13/2/2019).

Mengutip Tribunnews.com, Kamis (14/2/2019), hal itu dibenarkan Kabid Humas Polda Kepulauan Riau (Kepri), Kombes Pol S.Erlangga.

Namun ternyata pistol yang digunakan bukanlah milik Kristian atau yang akrab dipanggil Poltak ini.

Erlangga mengatakan Kristian mengakhiri hidupnya dengan menembakkan peluru ke kepala menggunakan senpi milik rekannya, Brigadir Asep Sufriana.

“Bersangkutan menembakkan dirinya dengan senjata api milik rekannya. Tentunya, kita tak ingin peristiwa ini terulang kembali,” ujar Erlangga yang turut didampingi Irwasda Polda Kepri, Kombes Pol Purwolelono.

Menurut informasi yang diperoleh di TribunBatam, diduga Kristian menggunakan senjata api (senpi) jenis Revolver untuk menembak kepalanya sendiri, Rabu (13/2/2019) sekitar jam 13.10 WIB.

Ia awalnya sedang berada di ruang Unit Reskrim Polsek Batu Ampar bersama dengan rekannya Brigadir Asep Sufriatna.

Tiba-tiba Kristian meminjam Senpi jenis Revolver milik Asep dengan alasan korban ingin mengurus pengajuan senpi dinas.

Tak ada rasa curiga menyelimuti pikiran Asep. Ia meminjamkan senpinya yang saat itu berisi amunisi atau peluru.

Tak berselang lama, Kristian langsung mengarahkan pistol itu ke kepalanya dan menembakkannya ke kepalanya sendiri.

Melihat kejadian itu, Brigadir Asep langsung berteriak memanggil anggota Polsek Batu Ampar lain dan memberitahukan kejadian tersebut.

Namun mengenai motifnya, dikatakan kembali oleh Kombes Pol S.Erlangga, kepolisian masih melakukan penyelidikan.

“Kita belum bisa pastikan apa penyebabnya, kita masih dalami,” sebut Erlangga.

Sementara itu, Erlangga juga menjelaskan bahwa Kristian tidak memiliki perizinan memegang senjata api.

Menurutnya, pengawasan Polda terhadap senjata api sangat ketat.

“Kita sampaikan, bahwa bersangkutan tidak memegang senjata api, itu milik rekannya. Dan selama ini bila mendapatkan izin memegang senjata api itu melalui tahap yang ketat,” tegasnya.

Erlangga menjelaskan ada tahapan yang dilakukan anggota polisi untuk memiliki izin memegang senjata, satu di antaranya adalah tahapan psikologi.

“Jadi saya tegaskan, izin yang diberikan untuk memegang senjata api itu sendiri (dilakukan) secara selektif. Tidak bisa kita sembarangan pinjamkan senjata api milik kita sama orang lain,” jelasnya.

Atas dasar itu, Asep sebagai pemilik pistol yang digunakan Kristian untuk bunuh diri pun kini harus memberikan keterangan.

“Sedang kita mintai keterangannya,” ujar Erlangga.

Kristian Miliki Deretan Prestasi

Tanda tanya besar bagi rekan kerja di Polsek Batu Ampar dan Polresta Barelang atas kepergian tak terduga oleh Kristian.

Hal ini lantaran Kristian dikenal sebagai pribadi yang baik dan tidak banyak tingkah.

Bahkan saat berdinas di Satresnarkoba Polresta Barelang, Kristian termasuk anggota yang miliki prestasi tinggi.

Ia pernah diberikan penghargaan oleh Polda Kepri beberapa waktu lalu.

Kristian juga menjadi personel dari Tim Satnarkoba Polresta Barelang yang mengungkap kasus penyelundupan sabu Internasional.

Pada tahun 2016, ia ikut dalam Control Delivery pengungkapan sabu sebanyak 25 kilogram di balik lukisan Bunda Maria.

Dalam penangkapan tersebut, dua bandar sabu diamankan di Jakarta. Satu di antaranya merupakan warga negara asing.

Ia juga berpartisipasi mengungkap peredaran narkoba sebanyak 3 kg yang datang dari Malaysia.

Ketika itu, pelaku ditangkap diperairan Jembatan 1 Barelang.

Dari informasi yang diperoleh Tribun Batam, Kristian sebelumnya bertugas di Mapolresta Barelang.

Kemudian pada Oktober 2018 lalu, ia menjabat sebagai penyidik di Mapolsek Batu Ampar. Rekannya mengenal Kristian ahli dalam bidang reserse.

“Karena sejak pangkat Briptu, sampai dengan Bripka ini, dia (Bripka Kristian) selalu di bidang reserse,” kata seorang sumber yang meminta namanya tidak disebutkan.

Kristian yang menikah pada sekitar September 2014 silam kini dikaruniai seorang putri.

“Seingat saya, beliau sudah dikarunai seorang putri,” katanya.

Sejumlah rekannya juga tidak percaya atas kepergian Kristian yang tiba-tiba.(*)

 

Sumber: Tribunnews.com