Di Cagar Biosfer yang Diakui Unesco, Festival Danau Sentarum 2018 Dibuka

0
393
Bupati Kapuas Hulu, Abang Muhammad Nasir SH saat membuka Festival Danau Sentarum 2018.(foto/bayu)
Dijual Rumah

Buktipers.com – Kapuas Hulu (Kalbar)

Festival Danau Sentarum 2018, yang lama dinanti-nantikan masyarakat akhirnya resmi dibuka Bupati Kapuas Hulu, Abang Muhammad Nasir SH.

Event yang sangat memesona itu, digelar di Kecamatan Batang Lupar, Kabupaten Kapuas Hulu, Provinsi Kalimantan Barat, Kamis (25/10/2018)

Lokasi digelarnya festival ini terbilang sangat menarik, karena daerah itu merupakan kabupaten yang letaknya berbatasan langsung dengan Negara Bagian Serawak Malaysia, dan merupakan kabupaten paling Timur di Provinsi Kalimantan Barat.

Daerah ini juga diakui kata Nasir, merupakan salah satu Kabupaten Cagar Biosfer yang diakui Unesco dalam mendukung Kabupaten Konservasi.

Pada tahun 2003, kata bupati, Kabupaten Kapuas Hulu telah mendeklarasikan diri sebagai kabupaten konservasi, hal ini tertuang dalam SK Nomor 144.

Gagasan ini kemudian diperkuat terbitnya Peraturan Daerah Kabupaten Kapuas Hulu Nomor 20 tahun 2015 tentang Kapuas Hulu sebagai Kabupaten Konservasi Pembangunan Berkelanjutan Lintas Negara di Pulau Borneo, Brunei, Indonesia, Malaysia.

”Kapuas Hulu sebagai satu di antara 3 kabupaten di Kalimantan Barat yang masuk menjadi wilayah HOB dan Kapuas Hulu sendiri 100 persen wilayahnya masuk dalam kawasan HOB,” ujar Nasir.

Dikatakan Nasir, pengembangan pariwisata khususnya ekowisata merupakan sebuah strategi pembangunan daerah yang selaras dengan konservasi ekowisata, serta sebagai media pendorong nilai ekonomi dari kawasan konservasi TNBK, TNDS, beberapa hutan lindung serta danau lindung dan hutan adat di Kapuas Hulu.

“Melalui penikmatan keindahan benteng alam serta memelajari ekosistem yang unik, ditambah lagi budaya dan keseharian masyarakat yang ada.” Tukasnya.

Masih kata Nasir, untuk memastikan implementasi kerjasama ini, Pemkab Kapuas Hulu kemudian membentuk kelompok kerja kluster industri ekowisata.

Pokja ini berisikan SKPD Teknis, yaitu Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Balai Besar TNBK, TNDS Tes Wawasan WWF-indonesia GIS.

Kemudian Kompas bersama BPPT berhasil merumuskan peta jalan pengamanan ekowisata Kapuas Hulu.

”Kami berharap dukungan terus meningkat baik dari segi kuantitas anggaran maupun kualitas program dengan keterbatasan yang ada,” ujarnya.

Ia berharap pemerintah pusat melalui kementerian pariwisata, lebih jelas dan kuat lagi dalam memberikan asistensi dan dukungan festival Danau Sentarum dengan taraf nasional.

selain itu, orientasi untuk mendatangkan wisatawan mancanegara harus dipandang lebih strategis dan holistik.

”Kami telah melakukan ekspos kegiatan festival ini sampai ke Pemerintah Pusat. Tak hanya itu, promosi juga kami lakukan melalui radio Trijaya Jakarta dan melalui sosial media Youtube,” tuturnya.

”Untuk mendapat sertifikat ini, cara kami melaksanakan survey terlebih dahulu, ini sebagai jaminan produk madu kita ke dunia Internasional,” paparnya.

Nasir berharap, ke depan akan ada lagi kegiatan-kegiatan lain yang dapat mengangkat potensi dan kehebatan budaya Kabupaten Kapuas Hulu.

“Mari kita semua mensukseskan acara Festival Danau Sentarum ini dengan lancar dan Aman,” tutupnya.(Bayu)

 

Editor : Maris