Di Desa Marjanji, Jalan Rusak “Dibiarkan”, Jalan Bagus “Diperbaiki”

0
244
Kondisi jalan rusak yang disebut warga tak kunjung diperbaiki.
Dijual Rumah

Buktipers.com – Sergai (Sumut)

Pengelolaan dan penggunaan Dana Desa (DD) di Desa Marjanji, Kecamatan Sipispis, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), diduga tidak menggunakan prinsip skala priorotas dan terkesan ada unsur kepentingan, tanpa mengutamakan kebutuhan masyarakat luas.

Pengelolaan dan penggunaan DD dinilai  “aneh” dan tidak tepat sasaran, seperti pembangunan rabat beton, di Dusun 13 Hutalambir Desa Marjanji.

Jalan tersebut tepat di depan rumah Leman Sinaga, Kepala Dusun setempat. Padahal, jalan tersebut masih layak dan tidak harus dibangun, karena masih ada akses jalan yang lebih vital, tetapi sudah hancur total, karena terputus tergerus longsor.

Dengan kondisi jalan yang darurat tersebut, sudah selayaknya dan sepantasnya diperbaiki, karena sudah pernah diusulkan masyarakat.

Karena jalan tersebut sangat rusak parah, sehingga sulit untuk dilalui. Padahal, jalan tersebut jalan satu-satunya penghubung dari dusun 13 Hutalambir ke dusun lain, seperti Dusun Bangun Jawa dan ke Kantor Desa Marjanji.

“Iya itu, jalan protokol (utama) penghubung untuk ke Kantor Desa, iya belum diperbaiki, dibiarain aja, selaku masyarakat heran juga saya, kenapa jalan rusak dibiarkan, jalan yang bagus dibagusi, dibangun rabat beton,”ucap masyarakat yang tidak ingin namanya ditulis.

Dengan terputusnya jalan tersebut, sehingga masyarakat yang hendak keluar untuk urusan ke Kantor Desa ataupun mengangkut hasil pertanian melalui jalan tikus (jalan setapak) yang sempit, curam dan terjal, melintasi perkebunan dan ladang milik warga.

Kepada awak media, Leman Sinaga, Kepala Dusun (Kadus) Dusun 13, Desa Marjanji, menjelaskan, jika hal tersebut sudah pernah diusulkan, tetapi entah kenapa hingga saat ini, usulan masyarakat tersebut belum ditindaklanjuti.

Dan dia menjelaskan, soal mana yang akan dibangun, itu bukanlah wewenangnya.”Itu manalah aku tahu, itukan bukan wewenang ku,”jawab Kadus.

Rizal Purba, Kepala Desa Marjanji ketika dikonfirmasi awak media melalui telpon, Sabtu (6/7/2019) mengatakan, awalnya jalan tersebut dulunya dari proyek BPBD, dan setelah dibangun selama tiga bulan, datang banjir bandang, sehingga jalan tersebut rusak.

Kemudian jalan tersebut sudah kita diskusikan untuk membangunnya melalui Musrenbang. Namun setelah dipikir, kalau jalan tersebut dibangun melalui Dana Desa (DD) mustahil, katanya.

“Kan masih banyak lagi yang akan dibangun, “tutur Kades. Tapi begitupun jalan tersebut sudah kita usulkan ke Dinas PUPR Pemkab Sergai, tutupnya.

 

(ML.hrp)