Di DPR, Tito Cerita Detik-detik Massa Apdesi Teriak 3 Periode ke Jokowi

0
3
Mendagri Tito Karnavian (Dok. Kemendagri)
Dijual Rumah

Jakarta, buktipers.com – Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian bercerita tentang detik-detik massa Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) pimpinan Surta Wijaya berteriak mendukung Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjabat 3 periode. Tito menjelaskan saat itu acara diisi oleh penyampaian aspirasi para kades.

“Acara inti acara yang dimulai yang pertama lagu Indonesia raya, setelah itu sambutan, tapi isinya aspirasi tadi oleh ketua Pak Surta setelah itu baru kata pengantar dari saya yang menyampaikan aspirasi,” kata Tito saat rapat kerja dengan Komisi II DPR RI di Kompleks Parlemen, Selasa (5/4/2022).

“Dan juga saya menyampaikan kepada kepala desa bahwa ada program yang riil yang dikerjakan oleh Bapak Presiden yang ditindaklanjuti oleh Kemendes PDTT dll termasuk masalah anggaran, tapi kan ada suara turun lagi anggaran, ya saya sampaikan keinginan untuk menaikkan anggaran,” imbuhnya.

Tito menjelaskan, Jokowi menyetujui beberapa aspirasi dari para kades, salah satunya soal anggaran operasional. Jokowi menyetujui adanya anggaran operasional sebesar 3 persen, bukan 5 persen seperti yang sebelumnya diusulkan oleh para kades.

“Sehingga pada waktu arahan Bapak Presiden yang beliau penuhi, yang pertama beliau setuju ada anggaran operasional, tapi bukan 5 persen. Beliau setuju 3 persen. Lihat dulu kalau 3 persen itu nanti berjalan bagus dan keuangan membaik, ke depan bisa ditingkatkan, tapi beliau intinya tidak memenuhi sepenuhnya yang 5 persen, 3 persen saja,” ujar Tito.

Tidak hanya itu, Tito menjelaskan, Jokowi juga telah menyetujui untuk memberikan gaji para kades per satu bulan. Namun usulan para kades soal penambahan anggaran desa lantaran kondisi finansial yang tertekan pasca pandemi COVID-19 masih belum disepakati.

“Yang 3 bulan beliau juga baru tau. Gaji 3 bulan beliau setuju dan memerintahkan kepada saya dan Menkeu agar mereka diberikan gajinya sebulan. Ini lagi di-follow up. Yang berikutnya lagi yang ditolak adalah penambahan anggaran desa,” ujar Tito.

“Beliau menyampaikan sekarang keadaan kondisi finansial tertekan pasca-pandemi. Oleh karena itu, yang lain juga dirasionalisasi ya dana desa berkurang. Manfaatkan secara efisien, tapi kalau ke depan membaik pasti akan ditingkatkan juga,” imbuhnya.

Seusai acara penyampaian aspirasi, massa Apdesi memberikan tepuk tangan kepada Jokowi lantaran sudah memenuhi aspirasi mereka. Acara pun ditutup dengan pembacaan doa.

“Nah, selesai acara. Ditepuk tangan karena sebagian dipenuhi meskipun yang satunya lagi nggak. Selesai acara itu, tutup dengan doa, setelah itu Pak Presiden seperti biasa. Datang, muter sambil nyapa karena nggak langsung pulang begitu saja, beliau selalu dalam segala kegiatan selalu nyapa,” imbuh Tito.

Tito menyampaikan saat Jokowi berada di luar Istora Senayan, ada teriakan yang meminta Jokowi untuk menjabat 3 periode. Tito mengatakan saat itu Jokowi hanya merespons dengan senyuman.

“Pada saat mau keluar, di luar nih, saya dampingi beliau, begitu di luar kepala desa juga ramai di luar di Istora Senayan itu. Ada yang teriak teriak ‘Pak 3 periode ya Pak 3 periode’. Pak Jokowi hanya senyum saja masuk mobil,” kata Tito.

“Yang di media kemudian muncul kok 3 periodenya? Itu kan spontan aja. Wajar aja kalau orang mau ngomong. Ini kita negara demokrasi,” imbuhnya.

Sementara itu, diwawancarai seusai rapat, Tito menyampaikan apa yang disuarakan para kades saat itu merupakan sebuah aspirasi. Meski begitu, dia menegaskan belum ada pembahasan lagi soal pemilu, baik di DPR maupun di pemerintah.

“Itu kan aspirasi. Saya melihatnya lebih daripada aspirasi, tapi kalau saya melihat selama ini kalau mengenai masalah pemilu ya patokannya kita yang rapat terakhir di sini di Komisi II. Di situ kan ditentukan DPR oleh Komisi II, pemerintah oleh Kemendagri kemudian KPU, Bawaslu, DKPP, yang terakhir rapat kita menentukan Pemilu 14 Februari 2024, Pilkada 27 November 2024,” tutur Tito.

“Sampai akhir ini belum ada pembahasan lagi di sini. Di pemerintah juga belum ada pembahasan. Saya karena belum ada pembahasan ya yang kita pegang itu,” imbuhnya.

 

Sumber : detik.com