Di Nagori Karang Bangun, POLMED Gelar Berbagai Pelatihan Pemberdayaan Perempuan Desa

0
542
Kegiatan pelatihan dan pengabdian dari Poltikenik Negeri Medan [Polmed] di Nagori Karang Bangun, Kec.Siantar, Kabupaten Simalungun. Terlihat kaum perempuan muda sedang latihan merajud berbagai macam souvenir dari benang. Pelatihan dilaksanakan di kediaman Erny Frida Simanjuntak, Dusun IV, Nagori Karang Bangun.[foto/maris/colaseBP]
Dijual Rumah

Buktipers.com – Simalungun (Sumut)

Dengan memberdayakan perempuan, Politeknik Negeri Medan (Polmed) melaksanakan pelatihan berbagai bidang kegiatan di Nagori (desa) Karang Bangun, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun.

Kegiatan pelatihan itu dipusatkan di kediaman Erny Fridda Simanjuntak, Dusun IV, Nagori Karang Bangun, Kecamatan Siantar, berlangsung selama empat hari, sejak tanggal 25 Oktober s/d 29 Oktober 2018.

Tim Pengabdi Pelatihan dari Polmed, foto bersama Ketua Karang Taruna Nagori Karang Bangun, Yudi Siregar [paling kiri], dan Erny Frida Simanjuntak [nomor 2 dari kanan).[foto/maris]
Kegiatan yang dilakukan pihak Polmed ini disambut dengan sangat baik oleh Camat Kecamatan Siantar, Daniel Silalahi dan Pangulu (Kepala Desa) Karang Bangun, Suparlan.

Sebelum melakukan pelatihan, pihak Polmed terlebih dauhulu melakukan berbagai perbincangan dengan pihak pemerintahan kecamatan dan desa, demi lancarnya program-program yang akan dijalankan, dan kedatangan pihak Polmed sangat diapresiasi oleh camat dan pangulu.

“Kami penduduk desa ini sangat bersyukur dan berterimakasih yang sebesar-besarnya kepada pihak Polmed, karena desa kami dipilih menjadi tempat dilaksanakannya tugas pengabdian dari kalangan akademisi itu,” ujar Erny Frida Simanjungak (48) yang sekaligus dipercaya pihak Polmed sebagai Koordinator kegiatan tersebut.

Ditambahkannya, dengan pelatihan yang dikhususkan bagi kalangan perempuan itu, bertujuan untuk melahirkan perempuan-perempuan trampil di berbagai bidang serta mandiri, sehingga pada akhirnya dapat membantu perekonomian rumah tangga.

Adapun pelatihan yang dilaksanakan pihak Polmed, antara lain, meningkatkan minat baca, bidang olah raga agar menjadi keluarga sehat, home industry (kerajinan rumah tangga), pelatihan tata keuangan rumah tangga, bahkan memberi masukan untuk membenahi administrasi pemerintahan desa.

Lima Program Pelatihan

Program pendidikan, yaitu untuk meningkatkan ‘minat baca, diketuai Jenny Sari Tarigan SE.MTI dibantu anggota Bernadetta Anita dan Cahyoginarti SE.MSi.

Program olah raga, diketuai Ratna SE.MSi dibantu Benhur Pakpahan SE.MSi dan  Tosanov Napitupulu SE.MSi.

Program ekonomi desa, dengan sasaran memerankan ibu-ibu muda untuk menyelamatkan keuangan rumah tangga, diketuai Benhur Pakpahan SE.MSi dan dibantu anggota Dameria Naibaho SE.MSi dan Lina Rusli MHum.

Program Koperasi, diketuai Bernadetta Anita JS.SE.MSi beranggotakan Jenny Sari Tarigan SE.MTI dan Cahyoginarti SE.MSi.

Program pengelolaan administrasi pemerintahan desa, diketuai Dameria Naibaho  SE.MSi dibantu Benhur Pakpahan & Lina Rusdi, dan seorang mahasiswa Polmed Program Studi Akuntansi semester V, Piki Hasibuan yang telah menyusun suatu sistem dan diharapkan dapat membantu mengelola administrasi desa dengan menggunakan Program Microsoft Office Excel.

Bernadetta dan Dameria yang ditemui Buktipers.com pada saat berlangsungnya pelatihan, senada mengatakan, tugas-tugas yang mereka lakukan tak lebih dari pelaksanaan pengabdian untuk masyarakat desa, dimana Nagori Karang Bangun terpilih menjadi desa binaan.

Salah satu sasaran adalah untuk meningkatkan minat membaca anak-anak di desa, sekaligus memberikan bantuan sebanyak 300 buku, terdiri dari buku pelajaran SD, SMP, buku dongeng Nusantara, komik dan majalah anak-anak.

Buku-buku itu ditempatkan di Taman Bacaan yang sudah didirikan di kediaman Erny Frida Simanjuntak di Dusun IV, Nagori Karang Bangun.

Dameria mewakili pihak Polmed itu mengatakan, dengan kehadiran Taman Bacaan tersebut diharapkan akan lebih meningkatkan dan memotivasi anak-anak berusia 7 s/d 12 tahun untuk giat membaca.

Untuk mengelola taman bacaan ini, Devi Monika (19) seorang mahasiswi semester I AMIK Tunas Bangsa yang berdomisi di desa itu, dipercaya sebagai Koordinatornya.

Untuk kegiatan olahraga, pihak Polmed juga menyerahkan bantuan berupa peralatan olahraga, seperti bola kaki, catur, meja pingpong dan lain-lain.

Pihak Polmed juga melaksanakan pelatihan bagi yang berminat di bidang home industry. Untuk rajutan ini, Dian Nuradha Pertiwi Maris dipercaya sebagai Instruktur Home Industry bidang rajut-merajut.

Bidang rajut-merajut ini ternyata sangat diminati kalangan ibu usia 20 s/d 30 tahun, yang berbondong-bondong datang untuk ikut belajar merajut.

Rajutan yang dihasilkan kaum hawa itu ternyata sangat bagus, seperti tas tangan, sarung HP, dompet, topi, dan berbagai assesoris lainnya. Pemsarannya juga telah dipersiapkan melalui online shop.

Lebih jauh hasil kerajinan ini nantinya akan mengisi pasar souvenir di berbagai daerah, terutama di kawasan wisata Danau Toba.

“Produksi souvenir ini, dan apabila dikerjakan dengan sungguh-sungguh, maka Nagori Karang Bangun nantinya bisa saja menjadi tujuan wisata dalam bidang kerajinan tangan dan budaya,” kata Bernadetta.

Pihak Polmed mengaku prihatin melihat perajin ulos di desa itu, yang peralatan kerja dan hasil produksinya masih tergantung pada orang lain (toke).

Untuk itulah, kehadiran pihak Polmed melakukan pelatihan bagi kaum perempuan, dan diharapkan kemudian dari pelatihan itu para perajin ulos itu bisa hidup lebih mandiri, dan tidak lagi tergantung pada orang lain.

Tidak hanya itu, untuk ibu-ibu rumah tangga muda, pihak Polmed juga melakukan pelatihan bagaimana cara menyelamatkan keuangan rumah tangga.

Dalam pelatihan itu, dipasarkan bagaimana caranya mempergunakan pendapatan rumah tangga secara baik dan tepat guna, dan bagaimana caranya agar sebagian dari penghasilan dialokasikan sebagai investasi atau tabungan.

Pihak Polmed juga menyerahkan bantuan kepada Dian Nuradha Pertiwi Maris Sinaga, yang dipercaya sebagai instruktur rajutan.

Bantuan itu berupa mesin jahit Butterfly, mesin jahit mini, benang rajut, jarum rajut, jarum sulam, benang jahit yang digunakan dalam pelatihan tersebut. Pelaksanaan pelatihan ini telah berjalan selama seminggu.

Demikian juga pelatihan bidang perkoperasian, menjadi salah saatu program penting yang dilaksanakan pihak Polmed, pelatihan bidang koperasi ini juga mendapat respon positif dan masyarkat.

Diketahui, koperasi memang ada dan telah berjalan di Nagori Karang Bangun, tapi pertumbuhannya tidak sesua dengan harapan para anggota, apalagi secara legalitas belum diakui.(red)

 

Editor : Maris