Dialog Kebangsaan di Sergai, Pemkab, Kemkominfo RI dan DPR-RI Ingatkan Masyarakat Pintar – pintar Bermedsos

0
105
Muetya Hafidz, saat memberi kata sambutan, dalam acara dialog kebangsaan di Kabupaten Sergai.
Dijual Rumah

Sergai, buktipers.com – Dialog kebangsaan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sergai-Kemkominfo RI dan DPR-RI, Selasa (24/9/2019), dipusatkan di objek wisata Pantai Pondok Permai, Kecamatan Pantai Cermin.

Tampak hadir, Bupati Sergai, Ir H Soekirman diwakili Kadis Kominfo, Drs H Akmal M.Si, Anggota Komisi I DPR-RI, Meutya Viada Hafid, Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Kemkominfo, diwakili Direktur Tata Kelola dan Kemitraan Komunikasi Publik, Drs. Selamatta Sembiring, M.Si, Anggota DPRD Sergai, Meryanto, serta ratusan peserta yang berasal dari penerima Program Keluarga Harapan (PKH) se-Sergai.

Bupati Sergai, melalui Kadis Kominfo, Drs H Akmal M.Si mengatakan, unggulan potensi Kabupaten Sergai, terutama pariwisata pantai, serta keberagaman suku bangsa yang hidup tenteram berdampingan, hingga saat ini.

Dengan harapan dapat dikenalkan dan disampaikan kepada seluruh masyarakat Indonesia, agar dapat tertarik untuk datang berkunjung.

Kami berharap, kiranya kegiatan ini dapat berkesinambungan dan memberikan manfaat seluas-luasnya kepada masyarakat, sehingga nantinya kita dapat bijak dalam bermedia sosial dan tidak mudah termakan isu hoax, ujarnya.

Bijaklah kita bermedia sosial, sebab zaman sekarang ini dalam Revolusi Industri 4.0, perkembangan teknologi semakin cepat dan tak terbendung, sehingga perlu di-filter mana yang baik dan benar serta konten mana yang merupakan berita bohong (hoax), pesan Bupati.

Dirjen IKP Kemkominfo, diwakili Direktur Tata Kelola dan Kemitraan Publik, Selamatta Sembiring mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memberikan pemahaman nilai-nilai Pancasila dan Kebhinnekaan, serta meningkatkan wawasan kebangsaan, demi menjaga keutuhan NKRI, pada generasi muda Indonesia.

Topik diskusi dan dialog, pada hari ini, “Merawat Kebhinekaan dengan Bijak Bermedia Sosial”.

Harapannya dapat mewujudkan masyarakat yang bijak dalam bermedia sosial (Medsos), sehingga menanamkan kecintaan terhadap negara serta menjaga persatuan dan kesatuan bangsa,  ungkapnya.

Mengajak seluruh masyarakat menggunakan media sosial untuk hal yang baik dan bermanfaat misalnya memasarkan produk unggulan daerah seperti UKM, Pariwisata dan Budaya untuk meningkatkan perekonomian bagi diri pribadi maupun orang banyak.

Waspadai dan berhati-hati memposting hal yang tidak baik, sebab rekam jejak digital dapat ditelusuri dan tidak pernah hilang, meski kita sudah meninggal dunia. Hindari berpola fikir  “yang penting posting”, akan tetapi “biasakanlah posting yang penting saja, katanya.

Anggota Komisi I DPR-RI, Meutya Viada Hafid, mengapresiasi peserta dari PKH, sebagai pejuang pengentasan kemiskinan, agar kelak mereka tidak hanya menjadi penerima saja, namun juga menjadi pelaku UMKM yang dapat membantu mengentaskan kemiskinan.

Terkait dengan Kebhinnekaan, Meutya menyampaikan, saat ini ramai sekali pemberitaan seperti kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Terkait hal tersebut, sangat penting disampaikan, agar kita semua dapat bijak dalam menilai pemberitaan yang beredar dimasyarakat melalui teknologi internet yang semakin pesat ini.

Dialog ini juga dilatarbelakangi rasa kekhawatiran bahwa pelan-pelan rasa kebangsaan kita mulai tergerus. Kita ambil contoh negara Uni Soviet yang saat ini telah pecah menjadi beberapa negara. Untuk itu kita harus selalu merajut Kebhinekaan dan kebangsaan guna menjaga agar kita tidak terpecah belah dengan cara kita sendiri, katanya.

Menyikapi pertanyaan peserta terkait kondisi UMKM Sergai, khususnya dodol Pasar Bengkel yang saat ini semakin meredup dan banyak kios yang gulung tikar, DPR bersama pemerintah pusat akan terus memperhatikan kesejahteraan masyarakat, khususnya di Kabupaten Sergai, terutama dalam pengembangan potensi daerah seperti UMKM dan pariwisata.

Untuk itu, perlu duduk bersama dan kesatuan visi misi antara pemerintah pusat, DPR dan pemerintah daerah dalam mencari solusi atas permasalahan pengembangan UMKM tersebut.

Sambutan Meryanto, Anggota DPRD Sergai  mengutarakan, bahwa persoalan meredupnya dodol bengkel perlu disikapi secara bijak, bahwa hal tersebut jangan dianggap efek dari jalan tol semata.

Namun juga perlu disadari perkembangan e-commerce yang semakin luas saat ini. Kita bisa membeli apapun dengan hanya memesan melalui ponsel, tidak perlu datang ke toko atau kiosnya. Juga mungkin inovasi dari segi kemasan dan rasa serta metode penjualan yang monoton dan tidak mengikuti perkembangan zaman.

Kepada para pengusaha dan dinas terkait untuk tidak mudah menyerah dengan memperbaiki apa yang belum baik terutama pada kemasan, penampilan komoditas yang diperdagangkan serta metode penjualan sehingga dapat menarik minat pembeli. Artinya kita harus selalu kreatif, inovatif, tekun dan pantang menyerah serta selalu semangat agar tidak tertinggal di masa perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat ini, katanya.

Usai melaksanakan kegiatan dialog kebangsaan, pada sore hingga malam harinya, digelar acara Pertunjukkan Rakyat, di Lapangan Stadion Erry-Soekirman, Kecamatan Dolok Masihul.

Kemudian dilanjutkan dengan Ceramah Kebangsaan dengan tema “ Memperkokoh Ukhuwah, Wathoniyah Sebagai Upaya Menjaga Persatuan NKRI “.

 

(ML.hrp/Rls)