Dibakar Cemburu, Pensiunan TNI Tusuk Kepala Dukuh Saat Cekcok dengan Istri

0
5
Babinkamtibmas bersama warga mendamaikan pensiunan TNI di Gunungkidul yang mengamuk, Selasa (15/9/2020) malam. [Kontributor / Julianto]

Gunungkidul, buktipers.com – Warga Padukuhan Sumber Mulyo Kalurahan Kepek Kepanewonan Wonosari geger. Pasalnya Kepala Dukuh mereka, Doris Setyawan (43) terluka setelah berusaha melerai pertengkaran rumah tangga keluarga pensiunan TNI, MS (60).

Informasi yang berhasil dihimpun di lapangan menyebutkan Selasa (15/9/2020) sekitar pukul 19.30 WIB, terjadi percekcokan antara MS dengan istrinya, Y (54).

Dalam percekcokan tersebut, MS juga melakukan kekerasan terhadap istrinya hingga akhirnya Doris yang merupakan kepala dukuh datang bermaksud melerainya.

MS yang tak terima karena dilerai oleh Kepala Dukuh justru mengambil pisau yang disembuyikan di dalam bajunya lalu ditusukkan hingga mengenai lengan kiri Doris. Melihat peristiwa tersebut, warga bersama-sama merebut pisau yang dipegang pelaku.

Warga lantas berusaha memanggil mantan komandan MS ketika bertugas, Mariyono yang masih tetangga dengan pelaku namun beda RT.

Mariyono berusaha meredakan amarah MS hingga akhirnya berhasil diamankan oleh polisi dan dibawa ke Mapolres Gunungkidul.

Mantan komandan MS ketika masih bertugas di kesatuan di Papua itu mengaku saat peristiwa terjadi dirinya tengah mengikuti pengajian dan sengaja datang karena ada yang memintanya untuk datang ke lokasi. Ia sering diundang oleh warga setempat untuk menenangkan pelaku karena hanya dirinya yang disegani oleh pelaku.

“Sebab ketika pelaku bersama dengan saya di kesatuan dia termasuk anak buah saya,”paparnya,

Babinkambtimas Polsek Wonosari, Aipda Haryono mengungkapkan, selama ini MS selalu curiga dengan istrinya kalau melakukan perselingkuhan dan sering ribut serta menganiaya.

Hal ini sering menimbulkan keresahan di masyarakat karena permasalahan ini berulang kali terjadi. Bahkan tahun 2019 lalu peristiwa serupa juga terjadi hingga pelaku membuat surat pernyataan di depan warga untuk tak mengulanginya lagi.

“Saya pernah mendamaikan pada 2019 yang lalu. Memang pelaku karakternya keras,” terang Haryono.

 

Sumber : Suara.com