Diduga 4 Orang Pengedar Sabu Ditangkap di Laut Pulau Sayak Lingga

0
236
Dijual Rumah

Lingga, buktipers.com – Informasi dari salah seorang warga nelayan yang enggan namanya dipublikasikan menjelaskan, ada penangkapan empat orang yang diduga pengedar barang bukti Narkotikan jenis sabu puluhan kilogram, di perairan Laut Pulau Sayak, Kabupaten Lingga, Kepri.

“Kemarin, lebih kurang seminggu yang lalu, cuma saya lupa pas tanggalnya, hanya kalau tidak salah ingat, kisaran tanggal 14-15 Februari 2022, ada tim dari Batam, apakah dari kepolisian atau dari intansi penegak hukum mana, saya tidak bertanya. Namun yang jelas, mereka tim personel  anggota penegak hukum dari Batam bang yang melakukan penangkapan keempat  orang yang membawa barang yang diduga sabu dengan dugaan sebanyak 20 kilo lebih. Dan kalau tak salah juga, dari cerita salah seorang personel anggota tim kepada saya, barang  seberat 22 Kg sabu tersebut. Penangkapannya di seputaran perairan Laut Pulau Sayak,”ujar narasumber, Rabu (23/02/2022), sekitar pukul 10.35 WIB, di sekretariat DPC Aliansi Jurnalistik Online Indonesia (AJOI), di Jalan Raja Ali Haji, Kelurahan Dabo Lama, Kecamatan Singkep, Kabupaten Lingga.

Lanjut sumber, dari empat ke-4 diduga tersangka menggunakan Kapal Motor Kayu, dan salah seorangnya bermarga Cina (Apek-apek) dari Malaysia, tinggal di Belakang Padang dan usia kisaran 70 Tahun yang disebutkan sebagai pemilik sabu tersebut.

Sedangkan dua orang rekan Apek-apek tersebut, ada yang berasal dari Jambi. Kalau didengar dari logat mereka berbicara dan penjelasan salah seorang anggota juga. Dan Kapal Motor Kayu yang mereka gunakan jenis kapal pukat trowl mesin Mitshubishi 4 slender.

Untuk kronologis kejadian awal saya tidak tahu persis bang. Namun menurut cerita dari salah seorang personel anggota yang tergabung dalam tim kepada saya, pada saat melakukan penangkapan, hanya empat orang anggota saja, mereka mendapat sumber informasi dari Pekanbaru dan langsung melakukan pengintaian dan nsekaligus penangkapan, itu cerita bapak itu kepada saya, ungkap sumber lagi.

Dan untuk tim yang datang melakukan pengamanan kapal milik tersangka dan sekaligus melakukan giat reka ulang giat penangkapan berjumlah belasan orang.

Mereka datang dari Batam  menggunakan tiga speed boot, masing-masing 1 speed boot warna merah dan dua lagi karet warna abu-abu.

Reka ulang penangkapan dilakukan di wilayah perairan laut Desa Lanjut, Kecamatan Singkep Pesisir.

Saat itu kondisi Kapal Kayu milik tersangka sudah dalam keadaan rusak Giarbok hingga harus digandeng sampai ke pelabuhan umum Jagoh menggunakan kapal pompong nelayan warga Dabo dengan mesin Isuzu empat (4) slinder dengan upah Rp.1.500.000,_ dan menghabiskan BBM jenis solar saat menggandeng 80 liter.

Selanjutnya berdasarkan hasil perundingan kesepakatan lainnya dengan salah seorang warga pemilik kapal pompong kayu milik warga nelayan di Kecamatan Singkep Pesisir bermesin buatan Cina kapasitas 32 PK dengan upah Rp. 2.000.000,_

Kapal motor dengan mesin Mitshubishi 4 Slender jenis kapal pukat trowl dengan keadaan rusak Giarbok diduga milik tersangka tersebut digandeng dari pelabuhan umum Jagoh, Kecamatan Singkep Barat menuju Batam, satu hari setelah penangkapan dan usai melakukan reka ulang penangkapan.

Sesampai di Batam upah gandeng yang dijanjikan sebelumnya sebesar Rp. 2.000.000 hanya dibayar Rp. 1.000.000 dengan dalih potong biaya ongkos gandeng. Dan untuk upah gandeng dari pelabuhan umum Dabo menuju Pelabuhan Umum Jagoh kepada warga nelayan lainnya dibayar Rp.200.000,_

Dijelaskan sumber, untuk ke empat pelaku yang diduga sebagai tersangka beserta barang bukti diduga sabu menggunakan tasbeg warna hitam dibawa menggunakan speed boot warna merah menuju Batam dengan pengawalan dua speed boot karet warna abu-abu dan dari awal hingga dibawa ke Batam, ke empat tersangka dengan keadaan tangannya diborgol.

Saat dilakukan reka ulang, saya melihat barang serbuk diduga kuat sabu tersebut tersusun rapi dalam tasbeg warna hitam sudah dikemas persaset seperti saset extrajose siap diedarkan dengan modal diperkirakan 10 M.

Itu penjelasan anggota kepada saya, sementara selain apek-apek warga Belakang Padang yang diduga selaku pemilik barang.

Ada satu tersangka lainnya sudah berkeluarga dan mempunyai dua anak dan untuk dua tersangka lainnya masih bujangan, itu yang diceritakan salah seorang anggota tim kepada saya jelas narasumber.

Narasumber menyebutkan, diduga tersangka yang sudah berkeluarga dan mempunyai dua anak itu seperti tidak asing buat saya kenal hanya lupa namanya siapa? Karena dulunya pria itu pernah bekerja di salah satu kapal kayu sembako jurusan Jambi dan pernah tinggal di Dabo Singkep, makanya tidak asing buat saya, katanya.

Kapal Kayu milik tersangka saat diamankan sementara di Pelabuhan umum Dabo Singkep di jaga aparat berseragam biru, namun saat digandeng tujuan pelabuhan umum Jagoh kondisi barang kelengkapan kapal, menurut keterangan anggota tim banyak tidak seperti kursi dan BBM persediaan mesin kapal tersebut sudah kosong, diperkirakan 1 drum yang 200 liter, hilang, ungkap sumber.

Namun kata tim petugas dari Batam tidak jadi masalah karena lebih awal sudah ada foto dukumentasi keadaan kapal saat ditangkap, pungkas narasumber.

Beberapa aparatur penegak hukum berkompeten di wilayah Kabupaten Lingga saat dikonfirmasi awak media melalui pesan WhatsApp, Kamis (24/02/2022) menyebutkan “Ok mas, tks infonya, akan kita cari dulu nanti informasi yang sebenarnya. Tks”, balas nya. Selanjutnya ada juga balasan singkat via WhatsApp dari aparatur wilayah hukum Lingga mengatakan “Waduh kecolongan kita” ucapnya.

Sebelumnya, pada Selasa, 22 Februari 2022, sekitar pukul 15.53 WIB, mengutip salinan konfirmasi kepada Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol Harry Goldenhart S.,S.IK sebagai berikut :

Awak media: Assalam,, ijin pak mohon petunjuk sekilas saya dapat Informasi pada kisaran tanggal 15 pebruari 2020 ada penangkapan pengedar narkoba jenis sabu di seputaran perairan laut pulau sayak wilayah Kabupaten lingga 🙏🏻

Informasi yang kami terima barang bukti narkotika jenis sabu kisaran 22 Kg.

Dengan dugaan tersangka 4 orang tersangka masing” 3 bersuku melayu dan satu orang cina menggunakan kapal kayu antara tujuan palembang atau dari Palembang.

Yang mengamankan Informasi langsung dari polda dengan jumlah personil 17 orang dengan menggunakan tiga spid .

Mohon ijin dan tanggapan pak, apakah Informasi yang saya terima dari sumber (warga) kebenarannya  pak 🙏🏻

Terima kasih Sebelum nya wassalam 🙏🏻.

Balasan pak Kabidhumas Polda Kepri “Saya belum dapat info nya mas”.

Lanjut awak media: Iya pak ini informasi baru saya terima dari warga nelayan selaku sumber pak mohon kerja sama pak ya cantik berita ini jika benar

Sungguh mengangkat nama baik instansi kepolisan khusunya polda kepri kita pak 🙏🏻.

Balasan Pak Kabidhumas Polda Kepri : “Sya akan coba update dl mas krn sya baru tau info ini”, tutupnya.

 

(Zulkarnaen)