Diduga Depresi, Seorang Kakek di Sergai Tewas Gantung Diri

0
4
Petugas saat melakukan identifikasi.
Dijual Rumah

Sergai, buktipers.com – Masyarakat Dusun VII Desa Petuaran Hilir, Kecamatan Pegajahan, Kabupaten Serdang Bedagai, mendadak heboh.

Pasalnya, seorang kakek ditemukan meninggal dunia, mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri dengan seutas tali nilon, di ruang dapur rumah korban, Senin (21/3/2022) siang tadi, pukul 11:00 WIB.

Informasi yang diperoleh, korban diketahui bernama Saparudin Piliang (73), warga Dusun VII Desa Petuaran Hilir, Kecamatan Pegajahan, Kabupaten Serdang Bedagai.

Korban pertama kali ditemukan oleh anak korban, Suradi (50). Dia melihat orang tuanya sudah dalam kondisi meninggal dunia dengan seutas tali nilon yang terikat di ruang dapur.

Atas kejadian tersebut, masyarakat sekitar langsung heboh dan mendatangi lokasi kejadian dan melaporkan kejadian itu ke Polsek Perbaungan.

Kapolres Sergai, AKBP Dr Ali Machfud ,melalui Kasi Humas, AKP R Gultom, membenarkan peristiwa tersebut.

M Pandiangan menjelaskan,  setelah Kanit Reskrim Polsek Perbaungan langsung ke lokasi begitu menerima informasi dari Bhabinkamtibmas Desa Petuaran Hilir, Aipda Suprapto, bahwasanya ada seorang laki-laki atas nama Saparudin Piliang meninggal dunia diduga akibat gantung diri.

Setiba di lokasi, lanjut R Gultom, ternyata benar, seorang pria dewasa yang bernama Saparudin Piliang ditemukan dalam kondisi tergantung di sebuah kayu tabung seng dapur rumah dengan seutas tali nilon warna hijau yang terlilit leher korban dengan kondisi mengeluarkan cairan dari hidung, ucap AKP R Gultom.

Kemudian, Kanit Reskrim langsung menghubungi Tim Inafis Sat Reskrim Polres Sergai untuk melakukan  identifikasi. Setelah dilakukan pemeriksaan, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan terhadap korban.

Selanjutnya, korban dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan visum untuk mengetahui penyebab kematian korban.

Namun anak dari korban, Suriadi keberatan kalau korban dibawake RSUD Sultan Sulaiman dan berkeyakinan kalau orang tuanya meninggal murni disebabkan gantung diri.

Hasil introgasi tetangga maupun anak korban, bahwa korban sudah dua kali mau bunuh diri, namun gagal.

Kemungkinan dikarenakan korban mengalami depresi atau putus asa terhadap penyakit TBC atau infeksi paru-paru yang dideritanya bertahun-tahun dan  tidak kunjung sembuh.

“Saat ini korban sudah disemayamkan pihak keluarga korban, setelah membuat surat pernyataan, bahwa korban meninggal dunia akibat gantung diri,” pungkas Kasi Humas.

 

(ML.hrp)