Diduga Diterlantarkan dan Sering Mendapat Kekerasan Fisik, Gadis Cacat Fisik Ini Ditolong Polisi

0
400
Korban saat dibawa ke Rumah Sakit Ahmad Diponegoro Putussibau.
Dijual Rumah

Kapuas Hulu, buktipers.com, Kasus penelantaran anak dan disertai kekerasan fisik, terjadi di RT III/RW II, Dusun Danau Tuak, Desa Sibau Hulu, Kecamatan Putussibau Utara, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat.

Gadis malang, penderita cacat fisik ini, bernama Martina Tungkok alias Ingkot.

Beberapa hari terakhir ini, dia tidur di bawah kolong rumah warga dan tidak jarang diduga sering mendapatkan perlakuan kasar dari paman dan bibi korban.

Kepala Satuan Sabhara Polres Kapuas Hulu, AKP Slamet Riyadi menjelaskan, bermula saat melaksanakan dinas malam, salah satu anggota Sat Sabhara mendapat  laporan dari warga Sibau, bahwa ada penelantaran anak dan diduga tidak jarang mendapatkan tindakan kekerasan fisik dari paman dan bibinya.

Dikatakan Slamet, pada Selasa, 6 Agustus 2019, lalu,  sekira pukul 22.00 WIB, setelah melakukan kordinasi dengan baik anggota Sat Sabhara Polres Kapuas Hulu dan Dinsos (Anggota Tagana Kapuas Hulu),  berangkat menuju Sibau Hulu untuk melihat dan menolong korban.

Setelah bertemu dan melakukan kordinasi dengan RT setempat, selanjutnya petugas kepolisian bersama anggota Tagana menuju rumah paman dan bibi korban dan bertanya tentang keberadaan Martina Tungkot.

Anggota Sat Sabhara Polres Kapuas Hulu bersama anggota Tagana dan masyarakat, mencari korban di bawah rumah warga.

Selanjutnya petugas menyisir kolong rumah warga dan benar saja, mereka menemukan korban tertidur di bawah kolong rumah warga dengan keadaan sangat mengenaskan.

Martina tidur hanya beralaskan tanah, sekujur tubuh korban mengalami luka lebam.

Dan atas dasar kemanusian, selanjutnya petugas bersama RT sepakat membawa korban ke RSUD Diponegoro Putussibau untuk dilakukan pengobatan,

”Saat ini, Martina Tungkot sudah mendapatkan pengobatan dan dirawat inap di ruangan Boegenvil kelas III, semoga cepat pulih,”imbuh Kasat.

Berdasarkan informasi yang dihimpun anggota di lapangan, kata Selamet, salah satu warga Sibau yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan, bahwa Martina Tungkot, sebelumnya diduga sering mendapat perlakuan kekerasan fisik dari paman dan bibinya, dengan cara memukul dan menendang korban serta menelantarkannya.

Jika warga menegur terhadap tindakan tersebut, paman dan bibinya malah marah.

Kasat kembali berharap, semoga Martina cepat pulih.

 

(Bayu)