Diduga karena Sakit Saraf Terjepit, Warga Simalungun Ini Pilih Gantung Diri

0
3
Foto jenazah korban disemayamkan di rumah duka.
Dijual Rumah

Simalungun, buktipers.com – Personil Polsek Bangun saat olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), Sabtu (30/4/2022) sore tadi, sekira pukul 14.30 WIB.

Korban gantung diri itu bernama Supeno (47). Kejadian itu pertama sekali diketahui oleh saksi Ardianto (16), anak kandung korban. Dimana siang itu, Ardianto baru pulang kerja dan setiba di rumah, dia melihat korban tergantung di tiang plafon ruang tamu.

Lalu Ardianto langsung keluar dari rumah sambil berteriak minta tolong, sehingga tetangga korban pun berdatangan dan masuk kedalam rumah untuk melakukan pertolongan.

Kemudian, Ardianto bersama saksi Suherwin (30), Jamaluddin Saragih (45) dan Ajunawan (49), menurunkan korban dari ikatan tali gantungan yang terikat di lehernya.

Namun saat korban ditemukan sudah meninggal dunia. Kejadian itu langsung dilaporkan Sekretaris Nagori Margomulyo, Dika ke Polsek Bangun sehingga personil Bangun yaitu Unit Reskrim dan SPKT langsung turun melakukan olah TKP dan menemukan jenazah korban sudah di atas tempat tidur.

Sesuai keterangan istri korban, Rasiem, bahwa korban selama 2 bulan mengeluh sakit saraf terjepit yang tak kunjung sembuh dan diduga akibat dari penyakit tersebut, korban nekat mengakhiri hidupnya dengan gantung diri.

Pihak keluarga korban membuat surat pernyataan, tidak dilakukan pemeriksaan dalam dan luar atau autopsi.

Setelah dilakukan pemeriksaan luar terhadap tubuh korban oleh Bidan Desa Nagori Margomulyo, Sustri Henni tidak tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan di tubuh korban.

Mengetahui tidak adanya keluarga merasa keberatan, pihak Polsek Bangun menyerahkan jenazah korban untuk disemayamkan dan dikuburkan, lalu mengamankan barang bukti tali tambang panjang sekitar 10 meter serta kursi plastik warna merah.

“Korban meninggal dunia diduga akibat gantung diri dan pihak keluarga sudah membuat surat pernyataan tidak dilakukan autopsi,”kata Kapolres Simalungun, AKBP Nicolas Dedy Arifianto SH, SIK, MH, melalui Kapolsek Bangun, AKP L.S Gultom SH.

(rel)