Diduga Mainkan Dana Covid, Oknum Mantan Pimpinan Catut Nomor Rekening Petugas Bidan sebagai Jasa Transfer

0
104
Foto ilustrasi. (Int)
Dijual Rumah

Lingga, buktipers.com – Terendus informasi yang diterima awak media dari beberapa narasumber terpercaya, bahwa dalam waktu dekat ini, pihak kepolisian akan melakukan pemanggilan terhadap dua orang bidan yang saat ini diketahui bertugas di dua desa di wilayah Kecamatan Singkep Barat, Kabupaten Lingga, atas perkara dugaan penyalahgunaan anggaran dana Covid-19.

Narasumber terpercaya yang enggan namanya dilampirkan dalam pemberitaan awak media mengatakan, “informasi yang saya dapat, akan ada pemanggilan kedua bidan oleh pihak kepolisian, berkaitan adanya dugaan perkara catut nomor rekening sebagai jasa penerima pencairan. Kalau tidak salah, itu pencairan anggaran dana Covid yang diminta oleh pimpinan mereka”.

“Menurut informasi, kedua petugas bidan tersebut bukan pelakunya, namun mereka sebagai penyedia jasa nomor rekening atau jasa titipan transfer. Hal ini juga mereka lakukan karena keterpaksaan atas permintaan pimpinan wilayah tempat mereka bertugas yang saat sudah eks pimpinan. Persoalan pakai jasa rekening ini sengaja dilakukan dengan harapan pencairan dana Covid tersebut tidak diketahui banyak orang, begitu ceritanya,”kata narasumber terpercaya.

Guna memastikan kebenaran penjelasan narasumber tersebut, salah satu awak media yang tergabung di Aliansi Jurnalistik Online Indonesia (AJOI) Kabupaten Lingga, menghubungi salah seorang petugas bidan yang disebut akan dipanggil pihak kepolisian melalui pesan WhatsApp dan membenarkannya.

“Iya bang, informasi itu benar, memang ada pemanggilan yang ditujukan kepada kami dari pihak kepolisian, namun sejauh ini kami belum bisa memberikan keterangan duduk perkaranya, jadi untuk lebih jelasnya kita tunggu besok hasil keterangan apa yang diminta pihak kepolisian kepada kami ya bang,”ucapnya, Jum’at (20/05/2022).

Saat dikonfirmasi berapakah besaran nominal uang yang ditransfer melalui nomor rekening  miliknya, jawab oknum bidan “Masing-masing petugas nominalnya berbeda, namun nantilah bang dan atau abang cari tahu saja ya berapa nominalnya”.

Selanjutnya, saat dikonfirmasi awak media via telpon seluler kepada petugas bidan lainnya, yang juga bertugas di wilayah Desa Kecamatan Singkep Barat, juga membenarkan, bahwa memang ada pemanggilan dari pihak kepolisian terhadap dirinya, namun enggan menjelaskan secara panjang lebar.

“Iya pak, memang ada pemanggilan terhadap saya besok. Bapak tau info dari siapa pak, gimana pak, nantilah pak soalnya saya pun belum tahu secara jelas karena saya kan, kalau mau info lebih jelas nantilah pak saya konfirmasi lagi,”ujarnya seraya langsung menutup pembicaraan dengan mematikan panggilan.

Hingga berita ini diterbitkan, tim awak media belum bisa melakukan komunikasi dan penjelasan baik secara langsung maupun melalui telpon seluler kepada oknum yang disebutkan sebagai pimpinan pada saat melakukan pemakaian jasa nomor rekening kedua bidan tersebut.

 

(rel)