Diduga Oknum Kepala Desa Perintahkan Kadus “SUNAT” Biaya Ganti Rugi Tanah Milik Warga

0
104
Loading...

Buktipers.com – Tapteng ( Sumut)

Proyek pelebaran jalan Rappa – Poriaha Tapian Nauli yang di mulai dari tahun 2016 lalu, menuai banyak masalah. Disamping masalah fisik kontruksi banyak yang tidak sesuai ternyata ada juga masalah sosial terhadap masyarakat sekitar yang sangat miris dan seolah-olah tidak bisa di selesaikan di daerah ini. Misal dengan adanya pemotongan pembayaran Ganti rugi lahan yang terkena imbas pelebaran jalan tersebut oleh oknum Kepala Dusun setempat atas intruksi Kepala Desanya.

Sejumlah warga yang usia lanjut merasa tertipu dan di bodoh-bodohi oleh yang bersangkutan

“Saya ini memang sudah tua dan merasa sudah di tipu oleh TH, pengurus desa, Dia meminta uang saya yang kemarin pembayaran dari Bank yang kami cairkan sebanyak Rp 20.520.000 dan saya hanya di bayar Rp 6.000.000 padahal Uang tersebut saya sendiri yang ambil dari bank BRI Pandan.”Ucap Esrina Br.Tagalung di Dusun II Pagar Beringin Tapian Nauli IV,Kecamatan Tapian Nauli, Kabupaten Tapanuli Tengah beberapa waktu yang lalu.

Baca Juga!  Kembali Nelayan Asal Tapteng Di Laporkan Hilang, Ormas Pemuda Angkat Bicara

Dia dan nenek br. Tumeang juga menuntut agar Uang nya di kembalikan karena tidak sesuai dengan kesepakatan ganti rugi lahan yang saat ini di kerjakan oleh rekanan dari Dinas PU.

“Kalau tidak di kembalikan, akan saya laporkan pada pihak kepolisian. Sebab si Kadus tersebut mengatakan pada saya agar jangan mengatakan ini pada siapa-siapa dan saya hanya di bayar Rp 1.200.000, atas lahan saya yang kena jalan lebih dari 100 meter panjangnya. Padahal Br.Tagalung ini hanya 1/3 dari lahan saya mendapat 20 juta, meskipun di potong 14 jt buat mengurus berkas-berkas dan uang tandatangan ke camat”Tutur Nenek Br.Tumeang yang kini menginjak usia 70 Tahun.

Baca Juga!  Bupati Tapteng Serahkan CSR PT Pertamina

Mereka tidak sendiri atau berdua, warga lain juga banyak yang di perlakukan oleh oknum Kadus ini demikian. Seperti Ibu Botto Panggabean, harga lahannya Rp 14.000.000 namun yang diterimanya hanya Rp 4.000.000. Dan ada lagi warga lain yang hingga saat ini belum mendapat apa apa, sementara pihak kontraktor di kabarkan akan hengkang pada akhir Mei mendatang.

“Ada lagi yang sampai saat ini belum dapat bayaran sama sekali, padahal lahannya sudah di kerjakan dan Kemungkinan pemborong ini akan angkat kaki akhir Mei ini”, tutur Pak Hutagalung.

Terkait keterangan warga ini, awak media menjumpai Camat Tapian Nauli ,Reynaldi di kantornya,dan mengatakan kalau keterangan dari warga Warga Desa Tapian Nauli IV Sorbangan Jalan Rappa Poriaha, Tapteng, Serta pengurus dari pihak Kontraktor yang menangani proyek pelebaran jalan tersebut menyebut bahwa ada bagian untuk Camat sebesar 2 jt.
Namun Camat Reynaldi menyebutkan tidak tahu menahu soal masalah pembayaran pada warga nya, maupun kegiatan ganti rugi yang saat ini terjadi.

Baca Juga!  Wakil Bupati Tapteng Resmi Buka TMMD TA 2018

“Sumpah sampai hari ini saya belum menerima apa-apa dari pihak PT ataupun dari aparat desa dan masalah ganti rugi lahan, saya tidak tau itu.Dan saya sendiri pun heran kenapa ketika ada masalah nama saya baru di bawa-bawa, padahal kalau pembagian uang kok saya tidak pernah di singgung?,”Ungkap Reynaldi saat di kunjungi di Ruang kerjanya (Job Purba)

Loading...