Diduga Penjualan LHN dan LHM  Desa Tanjung Irat,  Tidak Terigester Kecamatan.

0
254
Loading...

BuktiPers.com – Lingga (Kepri)

Dari sekian data yang dikantongi baik media cetak maupun media on-line diduga proses penjualan lahan hutan negara (LHN) termasuk juga lahan  hutan mangrove (LHM) diwilayah Desa Tanjung Irat, Kecamatan Singkep Barat Kabupaten Lingga sangat cenderung Pembuatan Surat Register di palsukan.

Berdasarkan penghimpunan data serta pantauan langsung dilokasi, proses jual beli LHN maupun LHM Oleh beberapa oknum perangkat Desa Tanjung Irat kepihak PT. Citra Semarak Sejati (CSS) dengan dasar jual beli Surat  Sporadik (SSPDK) yang  mengatas  namakan masyarakat. dengan area lahan kisaran 210 hektar tidak teregister Kecamatan.

Adapun nama-nama yang tercantum dalam pembuatan SSPDK kesemuanya warga Dusun Cukas Desa Tanjung Irat, sebagai mana yang dipaparkan,

Baca Juga!  Meriahkan HUT RI Ke - 73, Roswati Semangat Kemerdekaan Ciptakan Pembangunan Yang Berkualitas

JS”sebanyak 27 surat dengan luas lahan kurang lebih 54 hektar,”, KH”sebanyak 17 surat dengan luas lahan kurang lebih 33 hektar”, Sl”sebanyak 21 surat dengan luas lahan kurang lebih 42 hektar”, M.jh sebanyak 15 surat dengan luas lahan kurang lebih 30 hektar”, Is” sebanyak 19 surat dengan luas lahan kurang lebih 37 hektar”, Jm”sebanyak 3 surat dengan luas lahan kurang lebih 6 hektar”.

Keseluruhan jumlah Surat Sporadik (SSPDK) yang di terbitkan berdasarkan peta lokasi 103 surat dengan luas lahan kisaran 202 hektar, termasuk kisaran 8 H Lahan Hutan Mangrove (LHM) di sebelah arah timur peta lokasi, ini sangat kuat dugaan pengregisteran surat seporadik palsukan. 

Pasalnya, dari semua surat sporadik yang  terlampir tahun pengregisteran nya 2015, sementara itu, faktanya saat memploting lahan ratusan hektar serta proses penanda tanganan serta  pembuatan surat pada tahun 2017, yang di percaya Desa dan Pihak Perusahaan sebagai ketua Tim pelaksana berinisial (JS).

Baca Juga!  5 Lakalantas Dengan 2 Orang Tewas Saat Gelar Operasi Zebra Toba 2017 Di Kota Medan

Uniknya, saat dikonfirmasi pewarta melalui via telpon seluler tepatnya senin 23/4/18 siang, Camat Singkep Barat, Reky Sarman Timur S.STP mengatakan, terkait kasus penjualan lahan negara ratusan hektar wilayah Desa Tanjung Irat Kecamatan Singkep Barat kepada PT. Citra Semarak Sejati  ini, sempat dirinya dipanggil kejaksaan beberapa waktu lalu. 

“Benar bang, saya pernah dipanggil kejaksaan beberapa waktu lalu diminta keterangan terkait kasus jual lahan wilayah Desa Tanjung Irat, dan sepengetahuan saya, Surat lahan itu tidak terigister oleh pihak kecamatan, baik di zaman camat pak Siswadi, begitu juga sekarang saya menjadi Camat, artinya surat lahan itu hanya dikeluarkan Desa tanpa sepengetahuan Kecamatan, pungkasnya (BP/Zul/Red).

Loading...