Diduga Proyek Pemasangan Panel Surya di Puskesmas Kabupaten Labuhanbatu “Siluman”

0
111
Proyek pemasangan panel surya di Puskesmas Kabupaten Labuhanbatu diduga "siluman".
Dijual Rumah

Labuhanbatu, buktipers.com – Panel Surya (PLTS) adalah alat yang dapat mengubah energi cahaya matahari menjadi listrik. Oleh sebab itu listrik adalah kebutuhan utama. Dengan adanya fungsi dari panel surya, untuk mengantisipasi apabila terjadi gangguan listrik dari pihak PLN atau disebut pemadaman (mati lampu).

Masyarakat sekitar Puskesmas inisial MS mengaku heran dan bertanya-tanya ada proyek, namun tidak ada planknya, dan diduga proyek siluman.

Jangan sampai proyek anggaran besar ini tidak bermanfaat buat masyarakat, dan meminta kepada APH atau pun instansi terkait agar menyelidiki proyek tersebut, cetus warga.

Dari informasi tersebut, pada Senin (25/07/2022), sekitar pukul 11.00 WIB, awak media ini melihat, memang ada pekerjaan pemasangan panel surya yang berada di Puskesmas kota Rantauprapat, di jalan Cut Nyak Dien, Kelurahaan Rantau Prapat, Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara.

Selanjutnya awak media ini mempertanyakan kepada Priyono sebagai kepala tukang panel surya asal Jogja.

Priyono menjelaskan pemasangan panel surya ini target kerjanya 10 hari selesai.

“Saya disini hanya utusan dari perusahaan untuk merakit panel surya. Adapun proyek ini di Kabupaten Labuhanbatu ada 3 titik pemasangan PLTS di Puskesmas Labuhanbatu, terdiri dari Puskesmas kota Rantauprapat, Puskesmas Labuhan Bilik dan Puskesmas Sei Berombang, yang mulai dikerjakan 20 Juli 2022 sampai 10 hari kerja,”katanya.

Saat ditelusuri ukuran lokasi pemasangan untuk panel surya di titik Puskesmas kota Rantauprapat, dia mengatakan 7 x 4 m untuk tapak panel surya dan untuk ukuran ruang batre panel surya 3 x 3 m.

Adapun batre sebanyak 26 biji ukuran 30 volt (2V 1000) dan panel surya 5 kotak pack kayu.

Sedangkan ruangan batre panel hanya dinding alumanium saja dengan ukuran 3 x 3 m, katanya.

Selanjutnya awak media menanyakan plank proyek kenapa tidak ada? Priyono menjelaskan “sekali lagi bahwa saya tidak tahu tentang masalah itu”.

Kalau mau informasi lebih lanjut hubungi saja pak Wahyu karena dia sebagai leader dari perusahaan. Saya hanya merakit aja bang,  tutup Priyono.

Selanjutnya awak media segera menghubungi Wahyu, melalui telepon seluler untuk mempertanyakan hal tersebut

dan dari percakapan dengan pak wahyu via seluler.

Awak media menanyakan berapa harga satu titik paket PLTS di Puskesmas kota. Pak Wahyu menjawab “untuk satu paket dalam satu titik panel surya di Puskesmas sebesar Rp 770 000.000 (tujuh ratus tujuh puluh juta rupiah) dari surat jalan perusahaan PT. Aritek Karya Mandiri yang beralamat di kota tangerang Banten”.

Wahyu menjelaskan untuk proyek panel surya (PLTS) bekerjasama dengan Kemenkes dan Dinas Kesehatan Labuhanbatu, kemudian Kemenkes memilih titik lokasi yang akan dipasang panel surya di Puskesmas dengan ijin Kepala Puskesmas sesuai dengan surat kerja.

dan Priyono berkordinasi dengan Kepala Puskesmas untuk menentukan titik dan melengkapi apa yang dipersiapkan dilokasi tersebut, katanya.

Masih dalam pembicaraan dengan Wahyu via seluler “ketika awak media menanyakan perihal harga satu titik Rp.770 000.000.

Wahyu menjelaskan, “ini panel surya wattnya besar pak, satu panel surya itu menghasilkn 455 Watt”.

Ketika media menanyakan model dan type harga panel surya, Wahyu menjawab “untuk panel surya ini kita pabrikan atau buat sendiri dari perusahaan, untuk harga perincian saya kurang paham, itu urusan kantor atau perusahaan”.

Selanjut Wahyu mengarahkan ke orang Dinas Kesehatan bernama Lamhot Silalahi, tutupnya.

Awak media bergegas ke kantor Dinas Kesehatan untuk menemui Lamhot Silalahi.

Lamhot diwawancarai di ruang kerjanya mengatakan “dana tersebut bersumber dari dana DAK masalah plank itu tidak dicantumkan, kecuali proyek tersebut ditenderkan. Untuk pembelian barang itu semua tercantum di E-katalog, disitu sudah tercantum harganya”.

Lanjut Lamhot, “orang kementerian mengasih menu proyek panel surya kita ajukan dananya, orang kementerian juga menentukan anggarannya dan juga mengatakan pak Kadis Kesehatan sebagai PPKnya”.

Saat awak media menyindir mengenai harga panel surya apa gak kemahalan pak, 1 titik paket panel surya Rp. 770.000.000.

Kemudian Lamhot menyebutkan mengenai harga perbelanjaan anggaran panel surya sudah tertera di E-katalog.

“Kalau memang ingin mengetahui lebih lanjut jumpai Kabag Pengadaan Barang Jasa,”cetusnya.

Untuk selanjutnya awak media ini berkunjung ke ruangan Kadis Kesehatan sebagai PPK untuk konfirmasi terkait panel surya.

Sementara, ajudan mengatakan “Kadis tidak ada di ruang kerja”.

Ketika wartawan menghubungi via seluler walaupun bordering, Kadis tidak mau mengangkat telepon walau pun sudah dikirim pesan singkat (SMS), namun Kadis Kesehatan tidak membalas atau mengangkat telepon.

Saat itu juga awak media ini langsung mendatangi ke kantor pengadaan barang jasa” sesuai arahan Lamhot Silalahi.

Setibanya dikantor bagian pengadaan barang jasa, bertemu dengan Kabag Hendra Efendi Hutajulu.

Saat diwawancari, Kabag mengatakan “Pemerintah sedang gencar-gencarnya meningkatkan penggunakan produk dalam negeri dalam pengadaan barang/jasa yang pembelanjaannya mengutamakan metode e-purchaing melalui E-katalog yang pengaturannya dimana untuk nilai sampai dengan Rp200 juta dilakukan melalui pejabat pengadaan sedangkan di atas Rp200 juta yang melakukan pembelian adalah PPK”.

Berkaitan dengan koordinasi ke kami (bagian pengadaan barang/jasa) dapat saja berbentuk bantuan tim teknis jika diperlukan. Sampai saat ini mereka tidak ada meminta bantuan ke kami karena sifatnya jika diperlukan.  Namun kita berharap laporan hasil pengadaan nantinya dapat ditembuskan ke bagian pengadaan barang dan jasa, tutup Kabag.

“Terpisah”

Kamis (28/07/2022), wartawan mencoba kembali mendatangi Kepala Puskesmas kota Rantauprapat, dokter Yulydawati mengenai panel surya di Puskesmas kota dan beliau mengatakan “tanyakan saja kedinas kesehatan, saya tidak tahu menahu”.

Nah, awak media ini kembali mencoba menghubungi Kadis Kesehatan, Kamal Ilham, sampai saat ini Kadis enggan mengangkat Hp walau posisi Hp dalam keadaan berdering (aktif).

Hingga berita ini sampai ke redaksi namun Kadis Kesehatan belum dapat dimintai keterangan.

 

(Tim)