Diduga Pungli BLT, 4 Perangkat Desa di Bengkulu Ditangkap Polisi

0
2
Empat perangkat desa di Bengkulu ditangkap polisi karena dugaan melakukan pungutan liar (pungli) Bantuan Langsung Tunai (BLT) (Antara)
Dijual Rumah

Bengkulu, buktipers.com – Empat perangkat desa di Bengkulu ditangkap polisi karena dugaan melakukan pungutan liar (pungli) Bantuan Langsung Tunai (BLT).

Mereka merupakan perangkat desa  di Desa Air Napal, Kecamatan Bang Haji, Kabupaten Bengkulu Tengah. Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Bengkulu Kombes Pol Aries Andhi mengatakan, keempat ditangkap dalam operasi tangkap tangan (OTT).

“Penangkapan tersebut berawal atas dugaan pemotongan dana yang bersumber dari Program Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) APBN 2021,” kata Aries, Minggu (26/9/2021).

Aries menambahkan, penangkapan dilakukan di depan BRI Unit Pondok Kelapa, Jalan Raya Pekik Nyaring, Kecamatan Pondok Kepala, Kabupaten Bengkulu Tengah.

“Empat orang yang ditetapkan tersangka dalam kasus ini, yaitu AN (37) Kepala Dusun 1 Desa Air Napal, LH (35) Kepala Dusun 2 Desa Air Napal, SM (40) Kasi Pemerintahan Desa Air Napal Berkas, dan LS (42) sebagai Sekretaris Desa Air Napal,” kata dia.

Aries memaparkan, penangkapan bermula pada 2021 di Desa Air Napal terdapat 91 pelaku usaha yang mendapatkan BLT-UMKM dari Kementerian Koperasi dan UMKM sebesar Rp2,4 juta per pelaku usaha.

“Bantuan itu akan diberikan secara dua tahap dan untuk tahap pertama sebesar Rp1,2 juta,” kata dia. Kemudian, pada 21 hingga 24 September 2021 ada sekitar 63 pelaku usaha penerima UMKM Desa Air Napal dan melakukan pencairan bantuan tahap pertama di BRI Unit Pondok Kelapa.

Namun dalam pelaksanaan, pihak perangkat Desa AN, AH dan SM  melakukan pemotongan.

“Pemotongan uang dengan cara meminta pihak pelaku usaha menyerahkan uang bantuan sebesar Rp300.000 hingga Rp350.000 yang kemudian diserahkan ke Sekretaris Desa yaitu LS,” katanya.

Lanjut Aries, saat perangkat desa melakukan pemungutan potongan uang BLT-UMKM dari salah satu korban yaitu Mus Mudaya, pelaku diamankan oleh penyidik dan didapatkan uang hasil pemungutan.

Total pungutan tersebut sekitar Rp950.000, dan setelah melakukan pengembangan terhadap Sekdes Air Napal yaitu LS ditemukan uang sebesar Rp9,5 juta.

“Barang bukti yaitu hasil rekap data penerima BLT-UMKM Desa Air Napal dan uang tunai sebesar Rp10,5 juta,” katanya.

 

Sumber : iNews.id