Beranda Hukum Diduga Pungli Parkir di Parapat, 12 Orang Terjaring Operasi Tangkap Tangan

Diduga Pungli Parkir di Parapat, 12 Orang Terjaring Operasi Tangkap Tangan

158
0
Barang bukti hasil OTT yang dimanakan Polres Simalungun. (Foto/Stg)
Loading...

Buktipers.com – Simalungun (Sumut)

Diduga kerap membuat resah masyarakat, dengan modus biaya parkir kendaraan bermotor, personil Polres Simalungun yang sedang bertugas pengamanan libur Lebaran di Parapat, langsung mengamankan (operasi tangkap tangan,red) 12 orang pelaku dari sejumlah lokasi, di Kecamatan Girsang Sipangan Bolon.

Tim Jatanras Polres Simalungun langsung membekuk para pelaku, Minggu (9/6/2019), pukul 15.00 WIB, lalu, yang dipimpin Kasat Reskrim Polres Simalungun, AKP Ruji Usman, didampingi Kanit Jatanras, Iptu Hengky Siahaan, Kanit Reskrim Polsek Parapat, Ipda Boby Wijayanto dan beberapa personel lainnya.

Ke 12 orang yang diduga pelaku pungli parkir tersebut, langsung diamankan di Mapolsek Parapat, sebelum akhirnya dibawa ke Mapolres Simalungun.

Dari hasil pemeriksaan, 9 orang diketahui bertugas sebagai penjaga dan penerima kutipan parkir. Sedangkan 2 orang lagi berprofesi sebagai ASN, diduga sebagai koordinator parkir.

Baca Juga!  Bantuan Berdatangan bagi Pengaman dan Operator Alat Berat di Jembatan Sidua-dua

Kanit Jatanras Polres Simalungun, Iptu Hengky Siahaan ketika dikonfirmasi, Senin (10/6/2019) mengatakan, bahwa ke 12 yang sempat diamankan di Mapolres Simalungun, sudah dilepas, dengan membuat pernyataan yang isinya tidak akan mengulangi perbuatannya lagi.

“Mereka sudah membuat surat pernyataan dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya lagi, termasuk jika meresahkan masyarakat. Mereka juga kita buat wajib lapor selama dalam proses pembinaan,” kata Iptu Henky.

Dia menambahkan, ke 12 orang yang diamankan telah dipulangkan, Senin (10/6/2019), dengan catatan masih dalam proses pembinaan.

“Mereka kita pulangkan dengan catatan, jika mereka berbuat lagi dan ada laporan dari warga, maka akan segera kita tangkap untuk ditindak lanjuti. Secara tegas, tidak bisa lagi membuat pernyataan, tetapi langsung kita proses hukum,” imbuhnya.

Berdasarkan lokasi penangkapan, 3 orang diamankan Polres Simalungun dari areal parkir Pesanggrahan Bung Karno, jalan Porapora, Kelurahan Tigaraja, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, masing-masing FN Sitanggang (43), PS (36), M Sinaga (46), dengan barang bukti 1 lembar karcis parkir.

Baca Juga!  Nama-nama 30 Korban Tewas Kebakaran Pabrik Korek Api Gas di Langkat

Kemudian, lokasi parkir lapangan Pagoda, Kelurahan Tiga Raja, polisi mengamankan 4 orang, yakni, V Saragih (31),  RP Sinaga (35), Par (38) dan S Hutabarat (69) dengan barang bukti uang tunai.

Dari parkir Pantai Bebas Parapat, Kelurahan Parapat, petugas mengamankan 6 orang, antara lain, E Manik, T Rumahorbo, L Tampubolon, A Turnip, J Manurung, dan W Sidabutar. Dari ke enam pria itu diamankan barang bukti uang.

Namun bukan hanya saja di kota wisata Parapat, parkir menjamur, di sepanjang Jalinsun, mulai dari Tanjung Dolok sampai Pantai Bebas Parapat, tukang parkir pun menjamur dengan mengaldalkan surat yang dikeluarkan oknum tertentu.

Hal ini diutarakan salah seorang warga Panatapan, Luhut.  “Parkir ini sudah kelewat batas, kenapa saya bilang kelewat batas?  Mereka memarkir di lahan milik warga, sedangkan parkiran yang ada di depan rumah kami ini , kami bangun dari hasil keringat kami sendiri. Lalu apa dasarnya mereka, memarkir di depan rumah kami.”ujarnya.

Baca Juga!  Cerita Muhammad Fahri, Perusuh 22 Mei yang Ancam Bunuh Jokowi

Dia juga sangat menyesalkan tindakan pihak Kepolisian yang dengan mudah mengeluarkan pelaku. Sebab, selama ini citra Parapat sudah buruk di mata wisatawan dan semakin diperburuk lagi, dengan adanya kutipan – kutipan liar yang hanya menguntungkan sejumlah oknum.

“Kalau seperti ini, tentu tidak akan memberikan efek jera bagi pelaku. Ini bukan pertama kali terjadi, bahkan sudah berulang – ulang. Tapi Kepolisian langsung mengeluarkan mereka, tentu tidak akan jera kalau hanya ditahan satu malam saja,”kesal Luhut.

 

(Stg)

Loading...