Diduga Ratusan Hektar Lahan di Desa Langkap Diserobot, Ini Tanggapan Kades Tanjung Irat

0
220
Peta lahan yang diduga diserobot.
Dijual Rumah

Lingga, buktipers.com – Diduga ratusan hektar wilayah hutan desa sepadan dirampas hak atas kepemilikannya dengan dalih guna kepentingan mensejahterakan warga, kelompok dan salah satu perusahaan tambang galian C yang beroperasi di wilayah Desa Tanjung Irat, Kecamatan Singkep Barat, Kabupaten Lingga, Kepri.

“Lebih seratus hektar lahan yang masuk wilayah Desa Langkap diserobot sekelompok warga Desa Tanjung Irat dan status lahan tersebut sudah diperjual belikan kepada pihak Perusahaan Citra Semarak Sejati (PT.CSS),”ungkap narasumber terpercaya yang enggan namanya disebutkan, Sabtu (25/7/2021).

Kata sumber terpercaya, selain dijual ke perusahaan, lahan hutan ratusan hektar tersebut dibuat surat oleh Desa Tanjung Irat, meski sebenarnya mereka tahu, bahwa lokasi lahan tersebut masuk area kuasa desa sepadannya yakni, Desa Langkap yang sama-sama Kecamatan Singkep Barat. Namun demi meloloskan hasrat dan kepentingan, sehingga mereka nekat melakukan perampasan dan penjarahan.

“Berdasarkan informasi yang dihimpun (kata narasumber-red), lahan ratusan hektar tersebut sudah dibayar pihak perusahaan tambang PT.CSS sebelum lebaran Idul Fitri dengan jumlah pembayaran sebesar sembilan ratus juta lebih, dan transaksi pembayaran nya di Batam,”jelasnya.

Informasi terhimpun lainnya, lahan yang diperjualbelikan ke perusahaan PT.CSS tersebut sebelumnya, sudah dikeluarkan surat pada tahun 2014 oleh Desa Langkap sesuai wilayahnya, namun mirisnya dengan membuat hitungan mundur tahun 2020 dikeluarkan lagi surat kepemilikan lahan yang sama oleh Desa Tanjung Irat dengan dalih surat yang dikeluarkan Desa Langkap diragukan ke apsahannya oleh Desa Tanjung Irat meskipun itu masuk wilayah mereka, jelas sumber.

Menanggapi pemaparan narasumber itu, saat dihubungi melalui via telepon seluler, pada Senin (19/7/2021), pukul 05.22 WIB, Pjs Kades Tanjung Irat, Darwan membantah masalah penjualan lahan hutan wilayah Desa Langkap tersebut.

“Sampai hati kalau masalah jual lahan tersebut dipertanyakan, saya tidak ada membuat surat lahan, namun sepengetahuan saya belum ada jual dan pencairan uang lahan, hanya saja kabar yang saya tahu hanya sebatas pinjaman ke pihak perusahaan saja, apakah ini benar atau tidak, itu baru informasi saja. Jadi sampai hati kalau itu dipertanyakan,”ucap Pjs Kades.

Dugaan menipulasi surat lahan sangat jelas antara Desa Tanjung irat dan Desa Langkap Kecamatan Singkep Barat, kepada instansi terkait supaya menindaklanjuti permasalahan lahan dan surat yang di terbitkan dari desa tersebut.

Hingga berita ini diterbitkan, atas nama pihak perusahaan (Dirut-red) PT. Citra Semarak Sejati belum bisa dikonfirmasi terkait hak jawab dan sanggahannya mengenai pembelian lahan seratus lebih hektar yang berada di wilayah Desa Langkap tersebut.

(DL)