Diduga Retas Akun FB, J Dibawa ke Sultel Tanpa Didampingi Orangtuanya

0
244
Dijual Rumah

OKI, buktipers.com – Sungguh miris ! Penangkapan terhadap J yang diketahui sebagai pelajar kelas XII Jurusan Tekhnik Komunikasi Jaringan (TKJ), di SMKN 3 Kayuagung OKI, Provinsi Sumatera Selatan oleh Subdit 5 Tipidsiber Ditreskrimsus Polda Sulawasi Selatan (Sulsel), pada  Selasa (23/7/2019), lalu dan dibawa ke Polda Sulsel, beberapa hari kemudian, diduga tidak didampingi orangtuanya maupun lembaga bantuan hukum.

Informasi yang berhasil dihimpun awak media ini, pada Rabu (7/8/2019), lalu, Kepala SMKN 3 Kayuagung, Maryono S.Pd MSi saat dikonfirmasi, di ruangannya mengatakan, sebelumnya pihaknya  tidak tahu, kalau ada salah satu siswa mereka yang ditangkap, apalagi oleh Polisi dari Polda Sulawesi Selatan.

Kami baru tahu, setelah ada berita yang beredar di media, baik online maupun surat kabar, pada hari Kamis, tanggal 1 Agustus 2019, lalu, ujarnya.

Masih katanya, pihaknya juga belum begitu tahu permasalahannya seperti apa. Dan baru diketahui setelah ada WA dari salah satu wartawan harian yang meneruskan informasi tentang penangkapan dan kronolgis kejadian terhadap penangkapan J (17) dan Dicky Arwanda (23) oleh Subdit 5 Tipidsiber Ditreskrimsus Polda Sulawasi Selatan, jelasnya.

Lanjutnya, pada tanggal 5 Agustus 2019, lalu, orangtua dari J meminta untuk dibuatkan keterangan, bahwa anaknya J memang benar siswa SMKN 3 Kayuagung dan itu sudah dibuatkan dan diberikan kepada orangtua atau keluarga J.

Entah untuk apa kita juga belum begitu tahu persis. Kita juga telah mendatangi orangtua J yang beralamat di Jalan Seriang Kuning di Kelurahan Kedaton, katanya lagi.

“Dalam kasus ini, kami sangat prihatin sekali. Kami pihak sekolah bingung harus berbuat apa, ingin mendampingi J sebagai tanggungjawab orang tua terhadap peserta didik, sementara anggaran untuk itu tidak ada. Apalagi biaya untuk ke Sulawesi Selatan, begitu besar. Pihak Dinas Pendidikan sudah tahu akan hal ini,”ungkapnya.

Pihaknya berharap, ada bantuan dari pemerintah daerah, agar mereka bisa mendampingi J  maupun bantuan hukum untuk J, apalagi orangtua J, termasuk kurang mampu.

J sendiri merupakan anak yang pintar dan taat akan peraturan di sekolah. Mungkin, J kurang bisa menyalurkan bakatnya, sehingga J berbuat demikian, tuturnya.

“Untuk itu, kami atas nama SMKN 3 Kayuagung, meminta kepada Polda Sulawesi Selatan agar bisa membebaskan J karena sebentar lagi, J akan menjalani semester sekolah,”harapnya dan meminta siswa lainnya supaya tidak menyalahgunakan media sosial untuk berbuat hal yang melanggar hukum, apalagi berurusan dengan hukum.

Sementara itu, Jun selaku orang tua J, ketika disambangi di rumahnya bersama Kepala SMKN3 Kayuagung, Rabu  (7/8/2019), mengaku masih kebingungan harus berbuat apa, sementara biaya untuk menyusul dan mengurus J ke Sulsel tidak ada.

“Memang sebelum dibawa ke Polda Sulsel, pihak Kepolisian telah menawarkan agar kami orangtua atau keluarga mendampingi anak kami J, namun terkendala biaya.

Polisi juga saat di Mapolda Sumatera Selatan juga bilang, bahwa anak kami tidak diapa-apakan, apalagi ditahan. Coba tanya dengan anaknya, apa kami tahan, malah J menginap di hotel bersama kami, “tuturnya menirukan ucapan salah satu polisi saat di Mapolda Sumsel, seraya berharap anaknya bisa dibebaskan.

Menanggapi hal tersebut, Bupati OKI melalui Asisten 1 Bagian Pemerintahan dan Kesra, H.Antonius Leonardo M.Si saat dikonfirmasi, di ruang kerjanya mengatakan, pihaknya juga turut perihatin dengan kejadian ini. Karena seharusnya, J diberi pembinaan lebih lanjut, sebab dia masih seorang pelajar, katanya.

Meski untuk ranah tanggungjawab SMA/SMK saat ini kewenangan pihak Dinas Provinsi, namun apabila ada dana untuk membantu J atau keluarga dan pihak sekolah akan kita lakukan, seperti memberikan bantuan hukum gratis kepada J. Maka, itu akan kita lakukan, saya rasa ada bantuan hukum gratis untuk masyarakat OKI, sebab sebelumnya ada program tersebut, coba tanyakan ke Kabag Hukum, pungkasnya.

“Ya kalau memang harus diberi pembinaan lebih lanjut, sebaiknya dan kita berharap agar J, bisa dikembalikan kepada orangtuanya, baik itu ke orangtua kandungnya atau pihak sekolah,”harapnya.

 

(Aliaman)