Diduga Tidak Profesional, Pihak RSUD Dabo Singkep Izinkan Pasien Pulang Sebelum Hasil Test Swab Keluar

0
447
Tim Gugus Penanganan Covid-19 Kabupaten Lingga, menjemput pasien 06 yang terkonfirmasi positif corona.
Dijual Rumah

Lingga, buktipers.com – Tim Gugus Penanganan Covid-19 Kabupaten Lingga, pada Rabu (11/11/2020), lalu, mengumumkan, bahwa salah seorang warga yaitu pasien 06, umur 52 tahun, terkonfirmasi positif virus corana (Covid-19). Pasien tersebut sempat rawat inap, di RSUD Dabo Singkep selama dua minggu lamanya, sebelum akhirnhya ditetapkan terpapar positif virus corona.

“Ibu saya masuk rawat inap, di Rumah Sakit Dabo Singkep, pada tanggal 23 Oktober 2020 lalu. Namun alhamdulilah, setelah menjalani masa perawatan selama 17 hari, tepatnya tanggal 9 November 2020, ibu saya, sesuai permintaan kami, diperbolehkan pihak rumah sakit pulang dengan kondisi sudah sangat membaik,” ucap AL, salah satu pihak keluarga terdekat pasien 06.

Lanjut AL, alasan pihak keluarga minta pasien agar pulang kepada pihak RSUD Dabo Singkep, dikarenakan kondisi pasien sudah sembuh yang awalnya kondisinya demam.

Alasan kedua, karena keterbatasan kemampuan pihak keluarga untuk membayar biaya rawat inap selama berada di rumah sakit yang mencapai kisaran 9 juta rupiah.

Apalagi tidak bisa menggunakan BPJS Kesehatan karena  bukan pasien dari Kabupaten Lingga, tepatnya dari Kecamatan Tembilahan, Kabupaten Indra Giri Hilir, Provinsi Riau, ujarnya.

“Kami merasa hawatir tidak mampu membayar biaya perawatan jika lama-lama berada dirumah sakit, karena BPJS orang tua kami, beda kabupaten sehingga tidak bisa digunakan. Inipun dari 9 lebih juta, kami baru mampu bayar 50 persen, sisanya masih menjadi hutang. Untuk kondisi saat minta pulang, kesehatan orang tua kami, alhamdulillah sudah membaik, hanya agak sedikit lemas saja,”terangnya.

Uniknya, berdasarkan sumber terpercaya mengatakan, “Sejak masuk rumah sakit, pada 23 Oktober kemarin, ternyata pada tanggal 6 November 2020, sudah dilakukan test swab oleh pihak RSUD Dabo, namun tanpa menunggu hasil testnya keluar, pihak RSUD Dabo Singkep, sudah mengizinkan pasien pulang, sesuai permintaan pihak keluarga pasien. Dan pada tanggal 10 November 2020, pasien pulang ke rumah,”ungkap sumber.

Mirisnya, pada tanggal 11 November 2020, pasien yang sebelumnya dikabarkan sudah sembuh, malah dijemput oleh tim gugus percepatan penanganan Covid-19 Kabupaten Lingga, guna dilakukan karantina khusus, di ruang isolasi, di Taman Pagoda Dabo, Kecamatan Singkep.

Hal itu dilakukan karena hasil swab pasien itu telah keluar dan dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19.

Menanggapi kejadian tersebut, dr Des yang dikonfirmasi wartawan via whatsapp mengatakan, “Selamat siang maaf baru balas. Saya dr. Des Riyadi spesialis penyakit dalam. Untuk kronologis pasiennya sudah lewat rumah sakit. Mungkin bisa menghubungi direktur rumah sakit untuk kronologis pasiennya atau yang berhak mewakili rumah sakit”.

“Untuk siapa yang melakukan test swab dimaksud, saya kurang paham karena tidak liat, mungkin petugas rumah sakit. Coba tanyakan lagi, saya tidak melihat langsung soalnya,”jawab dr. Des, pada Kamis (12/11/2020), lalu, sekira pukul 14.20 WIB.

Selanjutnya, Direktur RSUD Dabo Singkep, dr. Bukit Gultom saat dikonfirmasi via pnsel, terkait pulangnya pasien 06 dari rumah sakit, padahal dinyatakan psositif  corona oleh Tim Gugus Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten  Lingga mengatakan “Selamat sore bang, terkait kapan waktu pengambilan sample test swab pasien tersebut, jika tidak salah, ingat saya dilakukan pada tanggal 6 November. Mengenai kronologis kepulangan pasien kayaknya saya kurang tahu persis, karena posisi saya masih melakukan dinas luar daerah bang hingga saat ini juga,”jawabnya.

Pantauan wartawan, hingga berita ini diunggah, keadaan pasien 06 yang dikarantina tersebut tetap biasa-biasa saja dan dalam kondisi sehat tanpa menunjukkan gejala yang berdampak buruk.

 

(Zul)