Diduga Tidak Sesuai RAB, Instansi Terkait Diminta Usut Bahan Material Bantuan RTLH Senilai Rp 30 Juta

0
9
Bata yang seharusnya dari cetakan mesin, diberi bata kampung.
Dijual Rumah

Sergai, buktipers.com – Bahan material bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Serdang Bedagai (Sergai) Tahun 2021 dinilai tidak sesuai Rancangan Anggaran Belanja (RAB).

Pasalnya, bantuan RLTH tersebut yang diketahui berasal dari Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (Perwakim) Provinsi Sumatera Utara, senilai Rp30.000.000  itu, dinilai tidak sesuai bahan material yang diterima oleh penerima manfaat.

Seperti halnya batu bata mesin yang diterima batu bata yang dicetak dengan cara manual yang disebut – sebut batu kampung yang ukurannya lebih kecil dari biasa.

Sedangkan besi beton dengan ukuran panjang 10 meter yang seharusnya diterima dengan ukuran panjang 12 meter. Sehingga menjadi pertanyaan bagi penerima manfaat dan masyarakat.

Menurut informasi yang dihimpun di lapangan, Jumat (3/12/2021), dana sebesar Rp 30.000.000 itu, pihak penerima hanya menerima sekitar Rp 23.000.000 dengan rincian pajak sebesar Rp 3 juta dan upah tukang sebesar Rp 4 juta.

Anehnya, untuk perlengkapan administrasi yaitu Surat Penangungjawaban (SPJ) RLTH itu dibebankan kepada penerima manfaat sehingga mereka merogoh saku berkisar Rp 500 ribu dan diduga dilakukan salah seorang yang diketahui sebagai pengurus RLTH tersebut.

Ironisnya, bahan meterial itu pihak penerima manfaat sama sekali tidak ada melakukan musyawarah ataupun  negosiasi terlebih dahulu dimana tempat mereka belanja bahan material.

Ketika dikonfirmasi kepada salah seorang penerima manfaat yang namanya tidak mau disebutkan, mereka merasa kecewa karena bahan material yang mereka terima seperti ini jumlah bahan material yang mereka terima tidak tau harganya karena tidak tertera harga satuan didalam bon faktor yang mereka terima. Pesanan bahan  material juga mereka tidak tau, tiba – tiba datang, dan membuat mereka bingung.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Non Goverment Organisation Pendamping Masyarakat Bersih Damai Sejahtera (NGO – PMBDS) Sergai, Aswad Sirait saat dikonfirmasi awak media, Jumat (3/12/201), meminta kepada Pemerintah dan instansi terkait untuk melakukan evaluasi dan mengambil tindakan nyata jika terbukti adanya menyalahi peraturan dalam penyaluran bantuan RLTH tersebut.

Selain itu, salah seorang pemuka masyarakat Tanjung Beringin, Bung Emda juga berharap agar Pemerintah lebih jeli dalam melakukan penyaluran bantuan dan jangan biarkan seperti ini berkelanjutan yang dapat merugikan masyarakat penerima manfaat.

 

(ML.hrp)