Digerebek Polisi, 2 Pelaku Judi Tembak Ikan di Sergai Diamankan

0
5
Foto kedua tersangka dan barang bukti.
Dijual Rumah

Sergai, buktipers.com –  Sebuah warung menyediakan lokasi judi ketangkasan tembak ikan, di Dusun V, Desa Gempolan, Kecamatan Sei Bamban, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Sumatera Utara, digerebek Polisi, Selasa (20/10/2020), sekitar pukul 19:30 WIB.

Hasilnya, dua pelaku berhasil diamankan petugas, yaitu berinisial DTS (32), pemilik kedai yang sekaligus penjaga mesin dan RT (45), sebagai pemain, masing – masing warga Dusun V, Desa Gempolan, Kecamatan Sei Bamban, Sergai.

Petugas juga menyita barang bukti uang tunai senilai Rp 20.000 (dua puluh ribu rupiah), 1 buah chip, dan 1 buah meja ikan.

Awalnya, petugas mendapat informasi dari masyarakat kalau di Dusun V, Desa Gempolan, Kecamatan Sei Bamban, terdapat sebuah kedai yang menyediakan judi mesin ketangkasan jenis tembak ikan.

Atas informasi tersebut, tim opsnal Polres Sergai yang dipimpin Kanit I Sat Reskrim Polres Sergai, Iptu I Made Dwi Krisnanda, melakukan penyelidikan di seputaran lokasi tersebut.

Dan saat di lokasi, ternyata benar, di kedai tersebut menyediakan mesin ketangkasan jenis tembak ikan.

Selanjutnya sekira pukul 19:30 WIB, tim opsnal Polres Sergai melakukan penggerebekan dan berhasi mengamankan dua pelaku dan barang bukti judi tembak ikan. Kemudian tersangka dan barang bukti, langsung diboyong ke Mapolres Sergai.

Kapolres Sergai, AKBP Robin Simatupang, di dampingi Kasat Reskrim, AKP Pandu Winata, Rabu (21/10/2020) sore, membenarkan penangkapan terduga kasus perjudian jenis tembak ikan itu.

Tersangka DTS mengatakan, bahwa permainan judi mesin ketangkasan jenis tembak ikan adalah pemain membeli kredit poin sebanyak- banyaknya yang terdapat dalam chip dengan nilai Rp.1000 untuk per kredit poin.

Setelah pemain membeli kredit poin, maka pelaku selaku penjaga mengisikan kredit poin kedalam mesin untuk digunakan bermain oleh pemain.

Dan selanjutnya, pemain dapat melakukan permainan dengan cara menembak ikan-ikan yang terdapat dalam mesin.

Apabila pemain dapat menembak ikan – ikan besar sampai mati di dalam mesin, maka pemain akan mendapatkan penambahan kredit poin dengan sendirinya, dan kredit poin yang dimiliki pemain dapat ditukarkan dengan jumlah

nominal pertukaran sama dengan pembelian kredit yaitu untuk per 1 credit poin senilai Rp. 1000.

Tersangka juga mengaku kalau omset per hari antara Rp.800.000 sampai Rp1.000.000 dan mendapat imbalan sebesar Rp.130.000 dari omset yang didapat.

Bahkan tersangka menerangkan, bahwa pemilik mesin ketangkasan tersebut adalah Along.

“Saat ini kedua tersangka dan barang bukti sudah diamankan ke Mapolres Sergai, guna proses lebih lanjut,”pungkas AKBP Robin.

 

(ML.hrp)