Dijadikan Tersangka Korupsi Pengadaan Pompong Dinas Pendidikan, Hernety Buronan Kejari Lingga

0
244
Loading...

BuktiPers.Com – Lingga (Kepri)

Diduga menyalah gunakan Dana pengadaan transportasi laut enam Unit pompong GT.3 untuk angkutan siswa-siswi oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Lingga anggaran tahun 2017, Kejari Lingga tetapkan dua tersangka dengan propesi kerja berbeda.

Dalam Gelar Riless Pers pada senin 06 Agustus 2018 kemarin sore tepatnya pukul 17.20 WIB Kasipidsus Kejari Lingga Alexander Silaen didampingi Stif penyidikannya Prima memaparkan, “Kami mewakili Kejari Lingga sudah menetapkan sekaligus melakukan penahanan terhadap saudara Jefrizal (42) selaku ketua kelompok kerja (Pokja) Unit III yang diduga sebagai tersangka perkara tindak pidana korupsi pengadaan transportasi laut jenis pompong di Dinas Pendidikan Lingga Tahun anggaran 2017,” ujarnya.

Baca Juga!  Wabup Dharmasraya Buka Dan Tandatangani Komitmen Bersama Pelestarian Lingkungan

“Selain saudara Jefrizal ada satu tersangka lainnya selaku penyedia pekerjaan dari CV. Mekar Cahaya yakni, saudari Henerty (27) asal kelahiran Daik Lingga Pendidikan S1 Bisnis Manajemen beragama Budha dengan alamat tempat tinggal terakhir Jl. Mt.Haryono RT.09 RW.IX Kota Tanjung Pinang Kepulauan Riau,” ujar Alexander.

Disebutkan. Untuk saudari Henerty sudah tiga kali kita lakukan pemanggilan namun sampai saat kini belum menyerahkan diri, dan sesuai perintah pimpinan terhitung sejak hari ini tepatnya tanggal 06 Agustus 2018 saudari Henerty ditetapkan sebagai tersangka Daftar Pencarian Orang (DPO). perkara ini juga sudah disampaikan ke Badan Intelijen serta Kejaksaan Tinggi Tanjung Pinang,

Tambahnya. buat tersangka saudara Jefrizal terhitung sejak hari ini juga 06 Agustus 2018 sudah dilakukan penahanan sampai dua puluh hari kedepan tepatnya 25 Agustus 2018 mendatang, sambil menunggu pelimpahan ke-Pihak Kejaksaan Tinggi Tanjung Pinang Kepulauan Riau.

Baca Juga!  Konsumen Kartu Paket Internet Di Samosir Kecewa, Kapasitas Quota Dibeli Saat Digunakan Berbeda

“Terhadap dua diduga tersangka perkara tindak pidana korupsi pengadaan transportasi laut jenis pompong oleh Dinas Pendidikan senilai ratusan juta rupiah tepatnya Rp.1.25.000.000 dari jumlah total baku dana enam unit pompong sebesar Rp.530.000.000 dikenakan pasal 2 ayat 1 dan pasal 3 undang-undang tindak pidana korupsi Mar-ap anggaran No.20 Tahun 2001, Dengan ancaman kurungan minimal empat tahun penjara,” tutup Alexander. (BP/Zul/Red)

Loading...