Dimasa Pensiun, Kadisdik Sergai Jadi Sorotan LSM

0
23
Kantor Dinas Pendidikan Sergai.
Dijual Rumah

Sergai, buktipers.com – Dimasa pensiun dari jabatannya sebagai Kepala Dinas Pendidikan (Kadusdik) Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), kini Drs. Joni Walker Manik MM, mulai disorot Lembaga Swadaya Peduli Anak Bangsa (LSM- PAB) Sumut.

Kadis Pendidikan yang juga pernah menjabat Kadispora Sergai, mulai terhembus adanya dugaan terindikasi mark up tentang pengadaan buku khusus untuk koleksi perpustakaan, di 42 Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Kabupaten Sergai.

Bantuan tersebut dikucurkan pemerintah pusat terhadap Sekolah Dasar Negeri di Kabupaten Sergai yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun anggaran 2018 Sebesar Rp 2,1 Milyar.

Pernyataan ini disampaikan Ketua Wilayah Sumut Lembaga Swadaya Masyarakat Peduli Anak Bangsa (LSM- PAB), Tri Juliadi, kepada Wartawan, di Sei Rampah, Jumat (23/10/2020).

Menurut Tri Juliadi, dugaan korupsi, mark-up atau tidak sesuai volume yang dibagikan kepada 42 SDN di Kabupaten Sergai, pada tahun anggaran 2018. Sehingga dugaan merugikan Negara/Daerah sebesar Rp 500 juta.

Tri Juliadi.

Dimana pada tanggal 4 Juli tahun 2018, Dinas Pendidikan Sergai telah melakukan lelang Pengadaan Buku Koleksi Perpustakaan dengan dokumen pengadaan secara elektronik Nomor :18.5/1752/DP/ULP-VII/2018 dengan sumber dana DAK Sergai sebesar Rp 2,1 Milyar.

Lelang pengadaan tersebut dimenangkan oleh CV. MR yang beralamat di Kota Medan dengan penawaran sebesar Rp 2,092.893.600 yang diduga Unit Layanan Pengadaan (ULP) terjadi indikasi Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN) dengan memenangkan salah satu perusahaan yaitu CV. MR yang berkantor di Kota Medan, yang diduga panitia Unit Layanan Pelelangan Kabupaten Serdang Bedagai tidak melakukan survei.

Dalam hal ini, ULP Kabupaten Sergai diduga lalai yang dapat merugikan keuangan negara/daerah karena CV. MR tersebut diduga tidak memiliki percetakan buku, hanya perusahaan pendukung buku yang diduga harga pengadaan buku tersebut tidak hemat atau murah yang diduga terjadi pembengkakan/pengelembungan, mark-up,”ngkap Tri Juliadi.

Ia menambahkan, dugaan Kepala Bidang dan serta para anggota Unit Pelayanan Pelelangan Kabupaten Sergai dalam memenangkan CV. MR dalam pengadaan buku Koleksi Perpustakaan tahun anggaran 2018 tersebut, diduga tidak melakukan analisa perbandingan dari penawaran harga buku yang ditawarkan oleh CV. MR.

Untuk itu, kami dari LSM- PAB Sumut meminta aparat hukum di Sergai agar kiranya untuk melakukan pemeriksaan, maupun pemanggilan terhadap CV MR, ULP dan Dinas Pendidikan Sergai, pungkas Tri Juliadi.

Menanggapi hal ini, Kadisdik Sergai, Drs. Joni Walker Manik saat dikonfirmasi via WhatsApp, hingga berita ini diturunkan, belum ada jawaban.

 

(ML.hrp)