Dinas Pariwisata Simalungun Gelar Pelatihan Wisata Kuliner, Ini Tujuannya

0
242
Foto bersama usai acara pelatihan wisata kuliner yang diadakan Dinas Pariwisata Simalungun.
Dijual Rumah

Simalungun, buktipers.com – Pihak Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Simalungun, melakukan pembinaan kepada para pelaku usaha kuliner dan belanja yang ada di kota wisata Parapat, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Jumat (15/11/2019).

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, melalui Sekdis, Anson Napitupulu menyampaikan, kegiatan pelatihan kuliner ini diikuti 100 peserta dari berbagai daerah di Kabupaten Simalungun.

Anson menyampaikan terima kasih kepada para narasumber yang berkenan hadir pada acara pelatihan wisata kuliner dan mengapresiasi para peserta, sehingga kegiatan ini terlaksana dengan baik.

Ditambahkan, bahwa pariwisata merupakan industri yang rentan pada perubahan dan perkembangan zaman, sehinga bisa saja menimbulkan pergeseran motivasi dalam melakukan kunjungan wisata.

Apalagi saat ini, perkembangan teknologi dan informasi yang begitu mudah dan dapat diakses oleh semua orang, bahkan dapat mengatur perjalanan para wisata. Dan industri pariwisata juga semakin berkembang, dan salah satunya adalah wisata kuliner, ungkapnya.

“Wisatawan juga datang ke suatu daerah untuk berburu atau bernostalgia dengan makanan khas daerah tersebut. Dan dipercaya sebagai alat promosi dan pembentuk citra destinasi yang efektif yang akan mendorong kepercayaan, pemahaman dan penilaian wisatawan,” katanya.

Untuk itu, pemberdayaan masyarakat memiliki peran penting, guna mewujudkan Danau Toba sebagai destinasi wisata kuliner dan mendongkrak pertumbuhan ekonomi, ujarnya lagi.

Sementara itu, Drs H Muchlis Nasution M.Si, Kepala Bidang Bina Pemasaran Pariwisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumatera Utara, menyampaikan, bahwa wisata kuliner merupakan kegiatan wisata yang berbeda dari kegiatan wisata pada umumnya.

Hal ini dikarenakan wisata kuliner tidak hanya perjalanan seseorang untuk berekreasi, malainkan suatu kegiatan yang didalamnya untuk mencicipi makanan yang terdapat di destinasi, katanya.

Nah, untuk wisata belanja dilakukan oleh seseorang atau kelompok dengan mengunjungi tempat tertentu untuk membeli barang maupun jasa yang ada di lokasi tersebut. Dalam perjalanan satu hari, liburan panjang atau perjalanan bisnis, berbelanja sudah menjadi isu penting untuk kita sikapi saat ini, kata Muchlis.

Selanjutnya, bagaimana sih caranya untuk memahami kuliner yang berkualitas. Makanan/produk penyajian story telling dan kebersihan, perlu ada keramah tamahan, menguasai produk yang dijual, jual melalui mass media atau online, buat linknya, jadikan pelanggan jadi mitra kita dan jangan lupa minta saran dan pendapat dari pelanggan kita, ujar Muchlis.

Sementara Dosen Politeknik Akademi Pariwisata Medan, Sumihar Sebastian Sitompul.S.Sos M.Si menyampaikan, bahwa untuk menarik minat para wisata, agar terbayang dengan masakan kita dan datang kembali untuk merasakannya masakan kita, tentu kita harus menciptakan produk kuliner dengan berbagai rasa dan ragam masakan, serta cara dan jangan monoton terus menerus.

“Lebih jauh disampaikan, perlu inovasi dengan mengemas dan menghidangkan secara sederhana akan tetapi rasa dan penyajian yang sangat unik, konsep tidak mahal, akan tetapi berani memasak, menghidangkan dengan variasi serta aneka ragam, “katanya.

Sementara itu, Zulapnuddin Dalimunthe SH, sebagai Kabid Sarana dan Prasarana mengatakan, bahwa Provinsi Sumatera Utara dihuni berbagai suku dengan beragam budaya dan potensi pariwisata serta menyimpan banyak bahan-bahan dasar kuliner, seperti, berbagai jenis ikan, sayur-sayuran, rempah-rempah dan lain sebagainya.

“Semua ini merupakan kearifan lokal yang perlu dijaga dan dilestarikan. Sehingga apabila dikelola dan dimanfaatkan dengan baik, tentu dapat memberikan nilai tambah secara ekonomi bagi masyarakat Kabupaten Simalungun, khususnya masyarkat Kecamatan Girsang Sipangan Bolon,” kata Zulapnuddin.

Zulapnuddin juga menyampaikan, bahwa wisata kuliner merupakan perjalanan dan pengalaman menikmati makanan-minuman yang unik dan khas yang berasal dari tiap daerah.

Wisata kuliner tak harus selalu megah dan eksklusif. Bukan pula tentang daftar panjang restoran tersohor, karena wisata jenis ini bisa dilakukan siapa saja dan dimana saja, katanya. (A. Stg)