Beranda Kriminal Dinas Pendidikan Sintang Berduka, Kepala Sekolah Tewas Setelah Ditusuk Pisau Dapur

Dinas Pendidikan Sintang Berduka, Kepala Sekolah Tewas Setelah Ditusuk Pisau Dapur

68
0
Foto almarhum semasa hidupnya.

Sintang, buktipers.com – Dunia Pendidikan Kabupaten Sintang berduka atas kehilangan sosok Sukimin yang tewas dibunuh dengan sebilah pisah dapur oleh FS, di Desa Mensiap Baru, Kecamatan Tempunak, Kabupaten Sintang, Kamis (17/10/2019) pagi.

Bagi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sintang, sosok Sukimin bukan sekadar Kepala Sekolah SD 24 Desa Mensiap Baru.

Lebih dari itu, almarhum merupakan tokoh pejuang pendidikan.

“Kami kehilangan sosok guru dan kepala sekolah. Kami turut berduka cita dan berbela sungkawa. Beliau adalah pejuang pendidikan di Mensiap Baru,” kata Sekretaris Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sintang, Yustinus.

Sosok Sukimin, terang  Yustinus, sangat berdedikasi terhadap dunia pendidikan di Desa Mensiap Baru.

Baca Juga!  Siswa SMK yang Tusuk Guru hingga Tewas di Manado Terancam Hukuman Seumur Hidup

Almarhum, kata Yustinus,  sudah menjabat kepala sekolah sejak tahun 2013 silam.

Selain itu, Sukimin juga dikenal sangat ramah dengan masyarakat dan jalinan komunikasi dengan Dinas Pendidikan  sangat baik.

“Saya tahu persis beliau seperti apa. Kebetulan waktu saya jadi Kepsek SMP di sana, saya sudah kenal beliau,” ungkap Yustinus.

Kabar Sukimin tewas dibunuh diterima Yustinus pada Kamis pagi, saat itu dia sedang ngopi bareng mantan Kapolsek Tempunak.

Yustinus berharap penegak hukum memberikan hukuman setimpal terhadap pelaku yang dengan tega membunuh tokoh pejuang pendidikan di Desa Mensuap Baru tersebut.

“Aparat harus bertindak tegas terhadap pelaku, walaupun dia itu keluarga. Kami minta dituntut hukuman berat. Bagaimanapun beliau itu pejuang pendidikan,” tegas Yustinus.

Baca Juga!  Pembunuhan di Taput, Barita Habisi Nyawa Oppu Sudiono Dalam Kondisi Mati Lampu

Minta Pelaku Dihukum Berat

Agung, anak pertama Sukimin dari tiga saudara ini berusaha tegar menghadapi musibah yang menimpa ayahnya tersebut.

Matanya memerah menahan air mata kehilangan sosok ayah yang tewas dengan cara dibunuh.

Cukup lama Agung melihat sosok ayahnya yang terbaring kaku di ruang pemulasaran jenazah yang ditutup sehelai jarik.

“Kenapa harus seperti ini. Kalau ndak suka sama bapak, kan bisa rembukkan,”  kata Agung ditemui di ruang pemulasaran jenazah RSUD Ade M Djoen Sintang.

Sesekali, Agung menghindar dari kerumunan warga dan menyandar di dinding untuk menenangkan diri.

Agung bercerita, jauh sebelum peristiwa penusukan terjadi, antara keluarga dan pelaku memang ada konflik. Hanya saja, korban kata Agung, tidak ada sangkut pautnya. “Memang ada konflik keluarga, tapi bukan bapak yang punya masalah sebenarnya,” ungkapnya.

Baca Juga!  Polisi Tangkap Caleg Diduga Bisnis Narkoba

Agung sama sekali tak menduga, konflik keluarga yang seharusnya bisa diselesaikan secara kekeluargaan itu justru merenggut nyawa ayahnya.

Anak pertama korban penusukan bercerita, bahwa FS tersangka penusuk ayahnya tersebut sudah mencoba menghadang ayahnya sejak subuh.

“Jadi, orang itu dari subuh sudah menghadang. Bapak salat subuh dihadang di rumah warga yang satu komplek depan rumah kami,” ungkapnya.

“Saya minta pelaku dihukum seberat beratnya,”tukas Agus.

 

Sumber : tribunnews.com

Loading...