Dinkes Labuhanbatu Bahas Kesehatan Ibu Melahirkan dan Anak

0
2
Suasana kegiatan yang diinisiasi oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Labuhanbatu bekerjasama dengan Program KBPP PIlihan – Jhpiego ini berlangsung di Hotel Platinum, Rabu (20/4/2022), lalu.
Dijual Rumah

Labuhanbatu, buktipers.com – Di penghujung rapat tentang Kesehatan Ibu Melahirkan, Bayi Baru Lahir dan Anak, di ruang pertemuan Hotel Platinum, berlangsung riuh dan semangat.

Meskipun sebagian besar sedang menjalankan ibadah puasa, tetapi karena isu yang dibahas sangatlah penting, membuat peserta tetap antusias.

Banyak pernyataan, masukan dan pertanyaan penting yang disampaikan peserta kepada narasumber maupun fasilitator.

Nampak fasilitator memindahkan berbagai statement peserta ke kertas dan ditempelkan di dinding ruangan. Catatan-catatan di kertas tersebut selanjutnya akan diformulasikan menjadi rekomendasi pertemuan.

Suasana interaktif ini terjadi pada kegiatan pertemuan Bidang Peningkatan Kualitas Kesehatan Ibu Melahirkan, Bayi Baru Lahir dan Anak (KIBBLA) Kabupaten Labuhanbatu.

Kegiatan yang diinisiasi oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Labuhanbatu bekerjasama dengan Program KBPP PIlihan – Jhpiego ini berlangsung di Hotel Platinum, Rabu (20/4/2022), lalu.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Labuhanbatu, H. Kamal Ilham, SKM, MM, Bidang Peningkatan Kualitas Layanan  KIBBLA ini merupakan bagian dari Tim Pelaksana KIBBLA yang baru saja dibentuk melalui Surat Keputusan Bupati Labuhanbatu.

Tim ini adalah amanah dari Peraturan Daerah Kabupaten Labuhanbatu no 9 tahun 2019 tentang KIBBLA.

Tugasnya memastikan Perda dapat diimplementasikan secara lebih baik, ujar Kepala Dinas Kesehatan saat membuka kegiatan secara resmi.

Sementara Penanggungjawab Program KBPP Pilihan – Jhpiego, Syafrimet Azis, menyebutkan, pertemuan ini sebagai langkah awal untuk mendorong upaya yang lebih sistematis dalam penyelamatan Kesehatan Ibu dan Anak.

Menurutnya, KBPP merupakan salah satu pilihan yang harus dilakukan untuk menekan angka kematian ibu melahirkan.

Sebagaimana diketahui, tahun 2021, AKI AKB Kabupaten Labuhanbatu cukup tinggi dan ikut berkontribusi pada AKIB AKB Provinsi Sumatera Utara yang secara nasional juga tinggi. Dengan mendorong implementasi Perda KIBBLA ini maka, maka segala upaya penurunan AKI AKB termasuk peningkatan cakupan KBPP dapat dikomunikasikan secara lebih terbuka di Tim Pelaksana KIBBLA.

Pada pertemuan ini juga dipaparkan materi oleh narasumber dari Dinas Kesehatan dan RSUD Rantauprapat.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Friska E Simanjuntak SKM, MKM menyampaikan materi tentang Pentingnya KBPP sebagai bagian dari kebijakan kesehatan untuk penurunan AKI /AKB.

Friska menyebutkan, bahwa untuk tahun 2023, Dinas Kesehatan memberikan ruang yang lebih besar untuk program penguatan KBPP.

Hal ini perlu dilakukan mengingat target cakupan KBPP Labuhanbatu yang juga masih rendah, berada di angka 32%, sementara target nasional tahun 2024 adalah 70%. Melalui pertemuan Tim Pelaksana KIBBLA ke depan, maka upaya penurunan AKI AKB dan peningkatan cakupan KBPP dapat dikawal oleh semua pihak.

Narasumber lain, dr. Sugiono, Sp.OG yang merupakan Ketua Tim Pelatih KBPP Labuhanbatu, dalam pemaparannya menyebutkan, bahwa pelatihan KBPP merupakan instrument penting untuk meningkatkan mutu layanan kesehatan Ibu melahirkan. Kita sudah melatih lebih kurang 30 orang tenaga bidan dari Puskesmas sejak tahun 2018 yang lalu.

Harapannya Dinas kesehatan dapat mendorong kegiatan-kegiatan di Puskesmas dan fasilitas yang telah dilatih untuk sharing knowledge dan keahlian di fasilitas masing-masing.

Agar ilmu yang didapat oleh tenaga kesehatan terlatih itu bisa terbagi ke semua tim terutama di fasilitas mereka sendiri. Berbagi bisa dilakukan melalui drill maupun on the job training, ujar Sugiono.

Banyak hal yang tersampaikan dalam sesi diskusi terutama dari beberapa Kepala Puskesmas yang hadir. Hal berkaitan dengan bagaimana mendorong ibu hamil mau melakukan persalinan di Puskesmas serta sekaligus bersedia pasang KBPP.

Kompleksitas persoalan yang mengemuka menjadi catatan untuk diskusi di Bidang Peningkatan kualitas KIBBLA.

Untuk selanjutnya bisa direkomendasikan dalam diskusi di Tim Pelaksana KIBBLA yang akan dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah.

 

(Syafii Harahap)