Dinkes Tapteng Minta Warga Kenali Gejala Kusta atau Lepra Sejak Dini

0
170
Kabid P2P Dinas Kesehatan (Dinkes) Tapteng, Ewiya Laili saat memberikan keterangan terkait kusta kepada awak media, di Lapas Klas II A Sibolga, Sabtu (26/1/2019).
Dijual Rumah

Buktipers.com – Tapteng (Sumut)

Mulai saat ini, kita harus mengenali dan mengetahui gejala dan dampak dari penyakit kusta atau lepra.

Kusta belum tergolong membahayakan di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara, namun pihak Dinkes setempat, mengajak masyarakat agar tetap waspada dan mengenali gejala penyakit menular itu.

“Penularan kusta disebabkan bakteri, namanya mycobacterium leprae. Gejala paling sering yakni bercak dan mati rasa,” ungkap Kabid P2P Dinas Kesehatan Tapteng, Ewiya Laili kepada awak media saat pemeriksaan penderita penyakit kusta, di Lapas Klas II A Sibolga, Sabtu (26/1/2019).

Gejala penyakit ini mirip dengan penyakit panu. Perbedaannya terdapat pada gejala, jika pada kusta bercak menyebabkan mati rasa, sementara panu, mati rasa tidak terjadi.

“Bedanya dengan panu dia tidak mati rasa, kalau kusta ini tidak berasa, biasanya kalau dia stress tinggi, dia bisa lemah,” ungkap Ewiya.

Dia menerangkan, penularan penyakit ini dapat terjadi melalui pernafasan atau pertukaran cairan dalam rentang waktu yang sering dan berkali-kali.

“Memang menular melalui saluran pernafasan dan bakteri,” ucapnya.

Ewiya mengimbau masyarakat agar tidak panik. Karena penularan penyakit ini tidak mudah terjadi. Di Tapanuli Tengah, lanjut dia, kasus penularan yang pernah ditemukan terjadi dari ibu ke anaknya.

“Yang pernah kita temukan kasus kusta itu menular dari ibu ke anaknya, tapi biasanya gak gitu gampang nularnya, dan tergantung kepada tingkat kekebalan tubuh, gizi bagus, kebersihan bagus, tidak gampang tertular, jadi jangan takut,” jelas wanita mengenakan hijab merah muda ini.

Terkait pengobatan, Ewiya menyebutkan, penyakit ini bisa disembuhkan dengan mengkonsumsi obat-obatan. Menurut dia, pada penderita akan diberikan obat untuk dikonsumsi selama 6 bulan penuh.

“Dia akan diberi obat selama 6 bulan, dan dia tidak akan menular lagi, tapi kita ingatkan jangan putus minum obat. Karena kalau berhenti, nanti dia harus mengulang kali minum obat dari awal,”tuturnya. (Job Purba)