Dipenjarakan Adek Kandung karena Mencuri, Warga Medan Amplas Ini Dituntut 2 Tahun Penjara

0
2
Saksi korban saat memberikan keterangan terhadap terdakwa Norman Syahputra Alias Jimmy di PN Medan. TRIBUN MEDAN/GITA
Dijual Rumah

Medan, buktipers.com – Norman Syahputra Alias Jimmy warga Medan Amplas dituntut 2 tahun penjara di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Senin (22/8/2022).

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Said Reza Pahlevi menilai, lelaki 35 tahun itu terbukti bersalah melakukan tindak pidana pencurian dengan pemberatan.

“Meminta supaya majelis hakim menjatuhkan terdakwa Norman Syahputra Alias Jimmy, dengan pidana penjara selama dua tahun dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan,” kata jaksa.

Jaksa menilai, terdakwa telah memenuhi unsur bersalah sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 363 ayat (1) ke –  4 Jo Pasal 367 ayat (2) KUHPidana.

Diberitakan sebelumnya, bahwa terdakwa Norman Syahputra Alias Jimmy, warga Medan Amplas berakhir di pengadilan usai dilaporkan oleh adik kandungnya.

Lelaki 35 tahun itu disebut-sebut sudah beberapa kali mencuri dan menjual perabotan rumah adiknya Indri Yusliati.

“Udah berkali-kali dia begitu Yang Mulia. Dulu pernah sepeda terus tv dijuakannya, dulu udah dimaafkan tapi masih dilakukan. Ini dilaporkan karena udah lelah yang mulia,” kata saksi menjawab pertanyaan hakim ketua Dahlia Panjaitan dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Medan.

Indri pun kini pasrah karena kulkas tersebut sudah dijual terdakwa kepada orang yang tidak dikenal.

“Itu kulkas punya saya, sampai sekarang enggak dikembalikan. Gak tau entah kemana udah,” ucapnya.

Sementara itu, keponakan terdakwa NA menuturkan, bahwa ia sempat dilempar batu oleh terdakwa saat kejadian pencurian tersebut terjadi.

“Mau ngapain wak saya tanya terus bukan urusanmu itu katanya. Saya langsung teriak. Dia ngelempar batu ke saya,” ucap saksi.

Usai mendengar keterangan saksi, Majelis Hakim melanjutkan sidang dengan pemeriksaan terdakwa.

Sementara itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Said Reza Pahlevi dalam dakwaannya menuturkan bahwa perkara ini bermula pada Kamis 24 Maret 2022 sekitar pukul 16.10 WIB, saat terdakwa Norman dengan Ikhsan (DPO) datang ker umah orangtua terdakwa di jalan Tuar Medan Amplas.

Saat itu, terdakwa Norman langsung menggedor- gedor pintu rumah yang pada saat itu keponakan terdakwa yang berada di dalam rumah.

Setelah itu, terdakwa langsung masuk ke dalam rumah dan berjalan ke arah kulkas dan langsung menurunkan semua barang-barang yang ada di  dalam kulkas.

“Ponakan terdakwa langsung mengatakan ‘ngapain uwak ambil, itukan punya kami’ lalu terdakwa mengatakan ‘diamlah kau ini punyaku’ lalu setelah itu terdakwa langsung mendorong kulkas tersebut keluar rumah, dan berbicara dengan teman terdakwa ikhsan yang sedang menunggu di depan rumah,” kata jaksa.

Saat itu, keponakan terdakwa berkata ‘itu punya mamakku’ lalu terdakwa berkata ‘diamlah kau kupecahkan nanti bibirmu’.

Lalu, setelah itu terdakwa hendak melempar batu ke arah keponakannya, dan keponakan terdakwa berlindung di balik badan tetangga.

Setelah itu, terdakwa bersama temannya pergi membawa kulkas dengan becak.

“Terdakwa lalu menjualkan kulkas tersebut kepada seorang perempuan yang tidak diketahui identitasnya seharga Rp 550.000 dan terdakwa membagi hasil penjualan kulkas tersebut kepada ikhsan Rp 50 ribu,” kata jaksa.

Sebahagian uang sisa penjualan tersebut terdakwa gunakan untuk menebus handphonenya .

Selanjunya pada Minggu  01 Mei 2022 sekira pukul 02.00 WIB terdakwa kembali datang ke rumah orangtua terdakwa.

Namun, sekira pukul 03.00 polisi berhasil melakukan penangkapan terhadap Terdakwa dan membawanya ke Polsek Patumbak guna proses penyidikan lebih lanjut.

 

Sumber : tribunnews.com