Direkut Lewat Facebook, Polda Kepri Berhasil Selamatkan 12 Orang Calon Pekerja Migran Indonesia Ilegal

0
7
Polda Kepri saat menggelar konferensi pers, di Lobby Ditreskrimum Polda Kepri, pada Selasa (3/11/2020).
Dijual Rumah

Batam, buktipers.com – Sebanyak 12 orang Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) ilegal, berhasil diselamatkan Ditreskrimum Polda Kepri.

Hal itu berawal dari informasi yang diberikan masyarakat, bahwa ada tempat penampungan Pekerja Migran Indonesia illegal, di Perum Cipta Emerald Batam Centre, Kota Batam yang selanjutnya ditindak lanjuti dengan Laporan Polisi No : LP-B/139/X/2020/SPKT-KEPRI, tanggal 27 Oktober 2020.

Lalu dilakukan penyelidikan, pada pukul 16.00 WIB oleh Ditreskrimum Polda Kepri.

Dan ternyata benar, di tempat tersebut ditemukan 2 orang perempuan  CPMI Ilegal dan 1 (satu) orang pengurusnya yang berinisial SC.

Kemudian dilakukan pengembangan lanjutan, pada pukul 17.00 WIB oleh Tim Subdit IV Ditreskrimum Polda Kepri dan berhasil menemukan 10 (sepuluh) orang perempuan CPMI ilegal yang sedang ditampung, di Perum Muka Kuning Paradise, Sagulung, Kota Batam. Dan tak luput, 1 (satu) orang pengurusnya, berinisial FA, ujar Wadir Reskrimum Polda Kepri, AKBP Ruslan Abdul Rasyid SIK, SH, MH, di damping Kasubdit IV Ditreskrimum Polda Kepri dan Kaur Mitra Subbid Penmas Bidhumas Polda Kepri  saat menggelar konferensi pers, di Lobby Ditreskrimum Polda Kepri, pada Selasa (3/11/2020).

Masih kata Wadir Reskrimum Polda Kepri, bahwa modus operandi yang dilakukan tersangka yaitu merekrut para korban dari daerah asalnya melalui media sosial (Facebook), dengan akun “Lowongan Kerja Batam” dan untuk dipekerjakan sebagai pembantu rumah tangga (PRT) di Singapura dan Dubai.

Dan dengan iming-iming  digaji sebesar Rp.6.000.000,- per bulan.

Pekerjaan tersangka tersebut telah dilakukan selama 2 (dua) tahun.

Tersangka inisial FA berperan sebagai pengurus pekerja migran, tersangka inisial DW, berperan perekrut dan penampung calon pekerja migran. Sedangkan tersangka inisial SC, berperan sebagai perekrut pekerja migran. Sedangkan untuk barang bukti yang telah diamankan sebagai berikut :

1).4 (empat) unit Handphone

2).8 (delapan) lembar surat peryataan bermaterai 6000

3).9 (sembilan) buku paspor

4).1 (satu) rangkap Akta Perseroan Komanditer CV. Aura Ria Batam

5).5 (lima) lembar dokumen perijinan CV. Aura Ria Batam

6).1 (satu) rangkap dokumen certificate EA TRUST

7).4 (empat) rangkap dokumen hasil MCU + CD RO

8).1 (satu) rangkap dokumen hasil PCR SWAB an. RISA RUSITA yang diterbitkan Klinik Medilab, tanggal 26 Oktober 2020

9).4 (empat) lembar dokumen surat hasil rapid test Covid 19

10).1 (satu) buku cacatan warna coklat gambar batik

11).1 (satu) buku catatan warna ungu

12).1 (satu) pakaian kaos warna merah

13).1 (satu) set pakaian kaos warna merah biru dan merah

Para tersangka, telah melanggar Pasal 81 Undang – Undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia, dengan ancaman paling lama 10 (sepuluh) tahun dan denda paling banyak Rp. 15.000.000.000,00 ( lima belas miliar rupiah), tutup Wadir Reskrimum Polda Kepri.

(R/Zul)