Disambar Petir, 2 Nelayan Asal Bedagai Ini Mohon Uluran Tangan Dermawan

0
327
Erwinsyah dan Fadel, nelayan korban disambar petir di laut, tunjukkan luka di tubuh mereka.
Dijual Rumah

Sergai, buktipers.com – Sudah tiga hari, Erwinsyah (30), warga Dusun VI Desa Pekan, Kecamatan Tanjung Beringin, Kabupaten Serdang Bedagai, Provinsi Sumatera Utara, terbaring sakit di kediaman orang tuanya akibat luka disambar petir.

Suami dari Ayu Lestari (31) ini, mempunyai 3 orang anak yang masih kecil yakni, Lutfiansyah (4), Sahilman (1) dan Sahmilan (1) kembar dan masih dirawat oleh orang tuanya, Fatma (53), di Dusun V, Jalan Mesjid Desa Pekan, Kecamatan Tanjung Beringin, Kabupaten Serdang Bedagai.

Adapun kronolagi kejadiannya, bermula saat Erwinsyah selaku tekong sampan bersama enam rekannya, Padel (19), Pak Latif (40), Wandi (25), Iyan (18), Wak Buyung (55) dan Abah (35), sedang berlabuh di laut, tepatnya di sekitaran Tuasan Cempaka Pulau Datuk, Senin (16/5/2022) dini hari.

Tiba – tiba, sekitar pukul 02.00 WIB, datang angin kencang dan hujan deras disertai petir, membuat mereka satu sampan kalang kabut.

Seketika itu, petir menyambar antena telek (satelit) sampan hingga patah dan kembali petir menyambar telek sampan mereka hingga meletup dan pecah. Kemudian petir menyambar Erwinsyah dan Fadel lagi.

“Akibat kena sambaran petir membuat Erwin dan Fadel  tak sadarkan diri,”ucap Fadel kepada buktipers.com, Rabu (18/5/2022), di kediaman orang tuanya, jalan Mesjid Dusun V Desa Pekan, Kecamatan Tanjung Beringin.

Akibat kejadian itu, telek, satelit, 2 batre merek N70 dan seluruh bola lampu sampan pecah.

Dengan kondisi gelap gulita, seluruh awak sampan jadi bingung, lantaran 5 orang awak sampan yang masih sadar tidak bisa mengendalikan sampan yang masih hidup mesin.

Namun sekitar satu jam berlalu, Fadel sebagai pengapit sampan (kernet) sadar yang masih dalam keadaan berdarah, spontan mengendalikan sampan menuju arah sampan yang bersebelahan dengan mereka dengan jarak lebih kurang 1 mil dari lokasi.

Dan akhirnya sampan yang dikemudikan Fadel sampai ke sampan yang ditekongi Dayat yang saat itu sedang berlabuh dan mereka meminta tolong untuk dihantarkan ke arah Pulau Berhala, kata Fadel.

Sesampai di Pulau Berhala, sampan yang ditolong tekong, Dayat langsung menuju arah pulang, dikemudikan Fadel menuju Bedagai Tanjung Beringin.

Sementara sampan yang ditekongi Dayat kembali menuju laut, ujar Fadel mengisahkan.

Dengan kejadian itu, Erwinsyah dan Fadel, nelayan korban disambar petir di laut, memohon kepada dermawan agar dapat meringankan beban hidup dan perobatan.

Akibat kena sambar petir, Erwin mengalami luka robek di perut sebelah kiri, robek di punggung, luka lebam di wajah, dan luka robek di bibir.

Sedangkan Fadel, mengalami robek di bibir bawah, melepuh di tangan sebelah kiri dan luka di bagian kaki sebelah kiri.

Sementara kelima rekan mereka tidak mengalami luka -luka.

 

(ML.hrp)