Diserahkan ke Kejaksaan, 3 Pembunuh Hakim Jamaluddin Segera Disidang

0
98
Foto: 3 Tersangka pembunuhan hakim Jamaluddin diserahkan ke Kejari Medan. ((Ahmad Arfah Fansuri-detikcom)
Dijual Rumah

Medan, buktipers.com – Polisi telah merampungkan berkas perkara para tersangka pembunuhan kasus hakim PN Medan, Jamaluddin. Ketiga tersangka beserta barang bukti diserahkan ke Kejaksaan Negeri Medan.

Tersangka pertama ialah Zuraida Hanum, yang merupakan istri hakim Jamaluddin. Dia diduga menyewa tersangka Jefri Pratama dan Reza Fahlevi untuk membunuh hakim Jamaluddin.

Pantauan detikcom, ketiga tersangka tiba di PN Medan pukul 09.36 WIB, Selasa (10/3/2020). Ketiganya dibawa menggunakan mobil milik Zuraida Hanum yang juga dijadikan barang bukti pembunuhan.

“Berkas perkara lengkap, dan pagi tadi kita melakukan penyerahan tersangka dan barang bukti,” kata Kepala Kejari Medan Dwi Setyo Budi Utomo.

Berkas pembunuhan hakim Jamaluddin ini, kata Dwi, segera dikirimkan ke pengadilan. Kejaksaan menyiapkan jaksa senior sebagai penuntut umum pada sidang pembunuhan hakim Jamaluddin.

“Sebelum 20 hari kita bawa ke pengadilan. Tim jaksa nanti senior semuanya. Namanya Parada, Muhammad Yusuf, Mirza, Naibaho, ada Rambo,” jelas Dwi.

Dwi menjelaskan para tersangka saat ini dalam keadaan sehat. Para tersangka akan ditahan di Rutan Tanjung Gusta.

Sementara itu, Kapolrestabes Medan Kombes Johnny Eddizon Isir menjelaskan pihaknya membawa seluruh barang bukti ke kejaksaan. Untuk persidangan, kata Isir, polisi akan melakukan pengamanan secara maksimal.

“Kami masih mengikuti sampai nanti putusan inkrah, di persidangan kami akan melakukan pengawalan. Barang bukti ada dua mobil, satu yang digunakan korban, satu yang digunakan istri korban. Ada seprai juga, bed cover,” kata Isir.

Jamaluddin sebelumnya ditemukan tewas di mobil miliknya di area kebun sawit Desa Suka Rame, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deli Serdang, Sumut, Jumat (29/11/2019). Polisi menangkap dan menetapkan tiga orang sebagai tersangka pembunuhan hakim Jamaluddin.

“Ditetapkan Pasal 340 subsider Pasal 338 jo Pasal 55 ayat ke (1), 1e, 2e KUHPidana, Pasal 340 dengan ancaman pidana hukuman mati atau penjara seumur hidup. Pasal 338 ancaman hukuman 15 tahun penjara,” kata Kapolda Sumut Irjen Martuani Sormin dalam jumpa pers di Polda Sumut, di Ja;an Sisingamangaraja, Medan, Rabu (8/1).

 

Sumber : detik.com