Ditembak Polisi, Ayah Tiri Pembunuh Balita di Palembang Ditangkap

0
1
Joni, pelaku pembunuhan anak tiri, dihadirkan saat konpers di Polres Banyuasin. (Prima Syahbana/detikcom)
Dijual Rumah

Palembang, buktipers.com – Polres Banyuasin menangkap pria bernama Joni Irawan (29), buron kasus pembunuhan sadis terhadap anak tirinya berinisial DF (3) di Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel). DF tewas setelah dipukul pakai baskom hingga ditenggelamkan di sungai.

“Pria pembunuh anak tirinya di Palembang yang masih balita dengan memukul pakai baskom pada Juli 2021 itu sudah kita tangkap. Dia kita tembak karena melawan saat akan ditangkap,” ucap Kasat Reskrim Polres Banyuasin AKP Ikang Ade kepada detikcom, Rabu (24/11/2021).

“Korban DF meninggal dunia usai dianiaya oleh ayah tirinya, Joni, dengan cara dipukul menggunakan baskom, diinjak menggunakan kaki, ditarik tangannya hingga patah, serta direndam atau dicelupkan di dalam sungai,” katanya.

Ikang menjelaskan Joni, yang jadi buron dalam kasus pembunuhan, ditangkap Satreskrim Polres Banyuasin terkait kasus begal atau pencurian dengan kekerasan (curas). Aksi begal itu, kata dia, dilakukan Joni beberapa waktu lalu di Jalan Tanjung Api-api, Desa Marga Sungsang, Banyuasin, dengan korban seorang wanita.

“Tersangka ini DPO kita kasus begal terhadap korban seorang wanita. Korbannya diancam dengan senjata tajam (sajam) ditempelkan di leher. Motor dan HP korban dibawa kabur tersangka saat kejadian itu,” kata Ikang.

Dari laporan korban, polisi melakukan penyelidikan. Selasa ( 23/11), polisi mendapat informasi ternyata tersangka juga merupakan DPO Polrestabes Palembang dalam kasus pembunuhan anak tirinya sendiri yang masih balita.

“Dari informasi tersebut, kita melakukan penyelidikan. Setelah mengendus keberadaan tersangka yang tengah bersembunyi, kemudian dilakukan penangkapan. Namun, saat akan ditangkap kemarin (Selasa, 23/11), tersangka ini melawan anggota kita dan terpaksa diberikan tindakan tegas terukur di bagian kakinya,” ungkap Ikang.

Polisi menyita sejumlah barang bukti, yakni 1 unit motor dan 1 unit ponsel. Tersangka mengakui semua perbuatannya.

“Tersangka, yang mengakui semua perbuatannya, kini kita tahan dan dijerat pasal berlapis tentang tindakan pencurian dengan kekerasan dan pembunuhan,” jelas Ikang.

 

Sumber : detik.com