Ditemukan Mayat Pria dan Wanita, Tangan Terikat dan Mulut Dilakban Mengapung di Pulau Pandan  

0
1624
Mayat seorang pria dan wanita tanpa identitas dievakuasi Tim Gabungan Basarnas TBA dari perairan Pulau Pandan.(foto/Gani/Fauzi)
Dijual Rumah

Buktipers.com – Tanjungbalai (Sumut)

Tim Gabungan Basarnas TBA mengevakuasi temuan dua mayat yang diduga korban pembunuhan mengapung di perairan Pulau Pandan, Kabupaten Asahan, Selasa (16/10/2018) sekira pukul 02.00 Wib.

Evakuasi kedua mayat yang kondisinya terlihat sudah membusuk itu dilakukan 9 personil,  terdiri dari 6 personel Basarnas, 2 personel Lanal TBA, 1 orang dari Radio RAPI.

Temuan dua mayat itu terungkap setelah adanya info dari nelayan yang kemudian berkoordinasi dengan tim Basarnas. Poisi kedua mayat, mengapung pada titik koordinat N 03.31.471dan E 099.45.486.

Kedua mayat yang diduga korban pembunuhan saat berada di RSUD Tanjungbalai.(foto/Gani/Fauzi)

Informasi yang dihimpun Buktipers.com menyebutkan, dua mayat tanpa identitas itu awalnya ditemukan nelayan kemudian melaporkannya kepada Basarnas TBA.

Selanjutnya, personel gabungan sebanyak 9 orang  berangkat ke lokasi dimaksud untuk evakuasi, pada pukul 01.30 Wib, pertamakali tim menemukan sesosok mayat laki-laki dan sekitar 30 menit kemudian dititik koordinat yang sama kembali ditemukan mayat perempuan.

Selanjutnya temuan dua mayat itu dibawa RSUD dr.Tengku Mansyur Kota Tanjungbalai, untuk visum et refertum.

“Kedua mayat yang dievakuasi dibawa menggunakan ambulance RSUD dr.Tengku Mansyur menuju Kamar Mayat RSUD dr.Tengku Mansyur Kota Tanjungbalai, ”  kata Dirut RSUD Tanjungbalai dr Nurhidayah Agafa Ritonga melalui dokter jaga, dr Karmila Dewi didampingi Kepala Instalasi Kamar Jenajah Atur Simangonsong dan Staff Ilham Sinambela.

Dikatakannya, dari hasil visum luar yang dilakukan dokter jaga, mayat perempuan tidak menggunakan pakaian sehelaipun dengan kondisi tangan terikat kebelakang menggunakan tali nilon (jemuran) warna biru, mulut dilakban plastik, namun telah turun hingga keleher dan kondisi tubuh mayat sudah mengalami pembusukan hampir 100 persen.

Sedangkan mayat laki laki kondisi juga sama, memakai baju warna biru dan hijau bercorak liris putih dengan menggunakan celana training warna hitam dan celana dalam warna coklat.

“Kondisi tubuh mayat perempuan dan laki laki itu sudah busuk hampir 100 persen, diduga menjadi korban pembunuhan berada di kamar jenazah RSUD Kota Tanjungbalai, ” jelasnya.

Atur Simangunsong mehimbau, siapa saja pihak keluarga yang merasa kehilangan, agar mendatangi RSUD dr Tengku Mansyur Kota Tanjungbalai untuk mengenali kedua jenazah itu, serta membawa identitasnya.

Bila dari masyarakat atau pihak keluarga tidak ada yang mengaku kehilangan keluarga maka, pihak RSUD Tanjungbalai akan menguburkannya di pemakaman umum Kota Tanjungbalai sesegera mungkin, disebabkan bau tidak sedap sudah sangat menyengat.(Gani/Fauzi)

 

Editor : Maris