Ditetapkan Kembali Sebagai Tersangka, Ini Kata Raja Bonaran Situmeang

0
159
Raja Bonaran Situmeang saat memberikan keterangan kepada wartawan usai sidang. (Foto/Job Purba)
Dijual Rumah

Buktipers.com – Tapteng (Sumut)

Raja Bonaran Situmeang (RBS) kembali dilaporkan oleh Efendi Marpaung, beberapa waktu lalu, dan pihak Polres Tapanuli Tengah (Tapteng), menetapkannya sebagai tersangka.

Polres Tapteng yang telah menetapkan Raja Bonaran Situmeang, sebagai tersangka atas Laporan Polisi Nomor: LP/80/IV/2019/SU RES TAPTENG, tanggal 3 April 2019 (Model B) dengan pelapor, atas nama Efendi Marpaung.

Dan menanggapai hal itu, tersangka RBS yang dikonfirmasi wartawan, usai sidang di PN Sibolga, Senin (13/5/2019), mengatakan, bahwa ia telah menyurati Kapolri dan Komisi III DPR-RI melalui penasihat hukumnya yang ada di Jakarta untuk supervisi dan gelar perkara, serta memohon perlindungan hukum.

“Penetapan saya sebagai tersangka oleh Polres Tapteng, terkait laporan Efendi Marpaung, itu sesuatu yang menarik. Saya bertanya dalam sanubari saya, apakah sekarang polisi sudah mengubah standar untuk menetapkan seseorang menjadi tersangka. Setahu saya, harus ada dua alat bukti. Dan kemarin, sewaktu saya di-BAP  polisi, saya ditanya, apa hubungan saya dengan Efendi Marpaung. Saya juga ditanya, apakah saya pernah memerintahkan Efendi Marpaung untuk mentransfer uang. Saya jawab tidak pernah. Lalu saya bertanya kepada polisi, apakah polisi memiliki alat bukti terkait hal itu. Lalu mereka jawab tidak ada,”beber RBS.

RBS mengaku menyurati Kapolri, agar meminta kasus tersebut digelar di Bareskrim.

“Saya meminta kepada Bapak Kapolri, agar kasus ini digelar di Bareskrim terkait dua alat bukti ini. Kalau memang perkara ini ada dua alat buktinya, silahkan saja dilanjut, tetapi kalau tidak ada biar dibatalkan.

Dan bukan itu saja, saya juga akan membuat surat mohon perlindungan kepada Presiden Jokowi, apakah masih ada hukum di Indonesia ini. Kalau masih ada hukum di Indonesia ini, mohon Bapak Presiden Jokowi ditangani kasus ini. Ada tujuh kasus tentang saya yang dilaporkan, apakah saya sejahat itu?,”ungkapnya bertanya.

Adapun surat yang disampaikan RBS ke Kapolri melalui penasihat hukumnya, Charles AM Hutagalung SH dan Fridel Harver Manik SH, dengan nomor 042/HSP-MSGP/V/2019 tertanggal 6 Mei 2019, tentang mohon supervisi dan gelar perkara.

Sedangkan kepada Komisi III DPR-RI dengan nomor: 044/HSP-MSGP/V/2019, tertanggal 9 Mei 2019, tentang mohon perlindungan hukum.

Menanggapi surat Bonaran ke Kapolri, Kasat Reskrim Polres Tapteng, AKP Dodi Nainggolan yang dikonfirmasi pada Selasa (14/5/2019), mengatakan, tidak ada masalah dan silahkan dibuktikan, di pengadilan nanti.

“Terkait kasus ini silahkan dibuktikan di pengadilan benar atau tidak. Kalau memang tidak benar, silahkan diprapidkan polisi. Yang jelas, polisi sudah bekerja sesuai dengan prosedur dan aturan yang berlaku,”kata Dodi.

Kasat juga menjelaskan, bahwa pada Rabu ini  (15/5/2019), Bonaran Situmeang akan diperiksa sebagai tersangka, dan surat pemohonan sudah disampaikan ke PN Sibolga.

(Job Purba)