Ditpolairud Polda Kepri Amankan 3 Orang Tersangka PMI Ilegal

0
22
Tiga oknum PMI Ilegal yang diamankan Ditpolairud Polda Kepri.
Dijual Rumah

Batam, buktipers.com – Subditgakkum Ditpolairud Polda Kepri, mengamankan 3 (tiga) orang tersangka pengiriman Pekerja Migran Indonesia (PMI) ilegal, melalui kota Batam ke Johor Malaysia. Hal tersebut disampaikan  Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol Harry Goldenhardt S., S.IK., M.Si., pada Kamis (8/10/2020).

“Berawal dari informasi masyarakat, bahwa di perairan Tanjung Uma, terlihat adanya kegiatan di malam hari yang mencurigakan yang diduga akan memberangkatkan PMI secara ilegal dari pelabuhan tikus, perairan Tanjung Uma Kota Batam ke Johor Malaysia,”jelas Kabid Humas Polda Kepri.

Menindaklanjuti informasi dari masyarakat tersebut, lanjutnya, Tim F1QR Ditpolairud Polda Kepri melaksanakan patroli, di perairan Tanjung Uma, Kecamatan Lubuk Baja, Kota Batam dengan Kordinat 01 09 418 LU – 103 59 067 BT yang selanjutnya ditemukan  7  orang TKI/PMI di atas boat pancung, ditutup dengan terpal yang akan diberangkatkan secara ilegal masing-masing, berinisial J, R, M, H, M, M, dan K.

Tim F1QR Ditpolairud Polda Kepri mengamankan tersangka pengiriman PMI, sebanyak 3 (tiga) orang, dengan inisial K, sebagai juru mudi, H sebagai ABK Boat Pancung dan A sebagai pemilik Boat Pancung serta pemberi upah kepada tekong dan ABK yang diamankan pada lokasi  yang berbeda. Selanjutnya tersangka, saksi beserta barang bukti, dibawa oleh tim F1QR ke Mako Ditpolairud Polda Kepri untuk dilakukan penyidikan lebih lanjut.

“Barang bukti yang berhasil diamankan adalah 1 (satu) unit Boat Pancung kayu ukuran 7 meter warna biru tua, bermesin  tempel 75 PK Yamaha, 1 (satu) buah Handpone  merk OPPO warna ungu beserta kartu M3 no 085835403401, dan 1 (satu) buah handpone merk strawbery warna hitam les merah beserta kartu simpati no 081275731235,”paparnya.

Atas perbuatannya, tersangka diancam dengan Pasal 81 jo Pasal 69 jo Pasal 86 huruf c jo Pasal 72 huruf c UU RI No 18 tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia dengan ancaman hukuman maksimum 10 tahun penjara, tutup Kabid Humas Polda Kepri.

(R/Zul)