Ditreskrimum Polda Kepri Bersama Bareskrim Polri Ringkus Pelaku Pemerkosa Dua Anak di Bawah Umur

0
12
Kombes Pol Harry Goldenhardt S., S.IK., M.Si.
Dijual Rumah

Batam, buktipers.com – Ditreskrimum Polda Kepri, bersama Bareskrim Polri, berhasil meringkus seorang tersangka kasus persetubuhan anak di bawah umur dan tindak pidana pendistribusian konten video pornografi ke media elektronik.

Hal tersebut disampaikan Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol Harry Goldenhardt S., S.IK., M.Si, di dampingi Dir Reskrimum Polda Kepri, Kombes Pol Arie Dharmanto, S.Sos., S.IK, pada Jumat (20/11/2020), lalu.

Dijelaskan, penangkapan pelaku, berdasarkan LP/A/0629/XI/2020/Bareskrim, pada tanggal 5 November 2020, lalu.

Pelaku berinsial RH (38) dan ditangkap di Bapelkes Batam, Jalan Marina CIty, Tanjung Uncang Batu Aji, Kota Batam, pada Kamis (19/9/2020) lalu.

Kabid Humas Polda Kepri mengatakan, “Kasus pencabulan ini terjadi di rumah korban yaitu Ruko Marina City, Jalan Marina City Tanjung Uncang Batu aji”.

“Tersangka mencabuli korban berinisial E (11) dan M (9) yang merupakan kakak beradik, di rumah korban. Kemudian difoto dan video. Selanjutnya, pelaku mengupload dan menyimpan video serta foto tersebut di google drive dengan alamat email scorp********@gmail.com sebanyak 450 konten,”papar Kabid Humas Polda Kepri.

Adapun barang bukti yang disita, berupa 3 unit HP, 1 unit laptop, 3 buah sim card telkomsel, 2 (dua) buah cincin, 4 buah flashdisk , dan 1 memory card. Selanjutnya, pelaku dibawa Ke Polda Kepri untuk dilakukan pengembangan.

“Atas perbuatannya, tersangka tindak pidana pornografi anak dan/atau tindak pidana dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan, sebagaimana dimaksud diancam dengan Pasal 32 Jo Pasal 6 dan/atau Pasal 29 Jo Pasal 4 ayat (1) dan/atau Pasal 37 Jo Pasal 11 Undang-Undang Nomor 44 tahun 2008 tentang Pornografi dan/atau Pasal 45 ayat (1) Jo Pasal 27 ayat (1) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik,” tutupnya.

 

(R/Zul)